-->

Ads 720 x 90

Label

Search This Blog

Ngopi ! cuci tangan dulu !

BUKAN TENTANG SEBERAPA LAMA SINGGAH, TERNYATA ... SUNGGUH LUAS KEPERCAYAAN ITU

        



     Aku adalah manusia sama sepertimu pernah berharap kepada apa yang mungkin belum pasti terbaik untuk bagian dari episode baru dari kisah hadrinya aku. Seringkali aku memalingkan pandang dari kegelapan yang menyiksaku tapi,cahaya-Mu adalah penyelamat baginya saat mataku terlalu tertutup untuk Engkau yang paling setia melihat lelahku meringankan semua beban dengan cara baik lewat mengujiku sebagai bentuk kasih dan sayangmu Wahai ilahi maafkan aku yang sudah lama tuli kau seringkali merdu memanggilku karena ingin mencoba singgah  mendekap ku dengan sungguh tapi aku melepas peluk-Mu dengan angkuh setiap Engkau selalu saja ada dan kapan saja menyapaku dengan mesra mengabulkan beratus ribu sebuah semoga  seolah aku lah yang terlalu acuh dan memilih jauh dariMu setelah seringkali engkau mengambulkan segalanya dengan mudah. Ternyata tapak kaki ini sebegitu jauhnya dariMu kala Kepercayaan saja... sulit ku patrikan dalam relung rasa percayaku pada-Mu sang Maha segala punya Untuk aku yang bergelar manusia biasa ternyata benar yahh sungguh luas kepercayaan itu menentramkan segala persepsi setiap insan manusia dibumi tempat bersinggah yang sifatnya sementara saja



 KEPERCAYAAN~✨

 Cipt  : Muti'ah Mawaddahtul Maulia


Semua terasa asing awalnya. 

Semua berbelok dari segala arah 

Namun, Dengan Mudahnya berpegang kepada satu yang paling raja

         Untuk lainya sudah ada didalamnya 

         Ini Bermula dari bagaimana setiap orang menerima dan Meyakini adanya rasa percaya 

         Namun tak berani untuk menyimpulkan sebatas satu arah

 

Berbagai dimensi dan imajinasi bisa memunculkan persepsi di luar duga

Tak berani menyebutkan satu nama

Perihal masing - masing itu

Tergantung bagaimana mengolah rasa. 

Aku dilahirkan sebab kehendak pinjaman nyawa

Dan dari Rahim yang luar biasa, Dijaga dari Tulang Punggung dan seorang Cinta pertama

 

Mata dunia sebelum dan setelahnya Engkaulah Pemilik Rasa ku.  

Aku pun tak pernah berhasil 

Berpihak kepada selainNya 

Tapi..   bak sebuah nestapa aku seringkali mengagungkanMu dengan mudah

 

Lalu berajak jauh

Dari cahaya dan percaya pada-Mu dengan sengaja

Ketika aku hanya seperti makhluk yang tanpa dosa

Nyatanya Radar berbicara 

Kamulah si Pendosa. 


Ketika aku dan seorang dariMu dibuat buta

Seketika itu maaf

Karena Fitrah Rasa Dari-Mu ku lambungkan dengan sia 

 

Perlahan aku beranjak dari Podium Zona Diam akan memuja,

         Engkau selalu saja punya cara indah memanggilku dengan Lembutnya

Namun, aku tak berani menyalahkan waktu dan Situasi yang kuterima

setiap pertemuan yang sempat singgah, itu diluar kendali manusia lemah. 

Ini semacam Kehendak Mu yang tiada dua

Yang tak akan pernah ada yang bisa memalingkannya


Hadirnya kedua rasa bukanlah hanya realita yang di jalankan oleh manusia

          Melainkan disana ada tangan Sang Maha kuasa perihal terjadinya

Entah ini hanya ekspektasi dan teka teki tulisan di koran tua

Ataukah kita yang lalai berfikir mengarah kesana


Ataukah Ini bak hadiah dari RomantisNya Sang maha pengenggam Rasa? 

Semua tergantung Percaya yang senantiasa di pautkan kedalam jiwa kita si Manusia

UntukMu yang menciptakan ini terjadi dengan begitu indah

Apalah daya ku yang hanya penerima dan perasa dari bahagia

 

Yang Engkau Titipkan dalam Cerita

Disini kesadaran ku mulai melepaskan kacamata.. 

Melebihi dari segala dosa yang telah kulakukan dengan sengaja

Ada ampunanMu yang menjadi tamu paling setia tanpa jeda


Terkadang aku masih sulit menerimanya

ini seperti kejadian Dalam mimpi Yang berwujud nyata

          Tapi tak mampu ku palingkan 


Ketika malam mulai menutup mataku.. 

Disana aku mulai menerima 

Beginilah Engkau.

Dengan segudang cara membuatku menduga duga tanpa alasan yang cukup di terima 

Perihal bertemu dan pertemuan ku dengannya aku tak menyalahkan 

Sebab...hadirnya boleh jadi Bagian dari Keindahan

 

         Yang belum saja ku realisasikan dengan menerima

Terima Kasih untuknya

Yang hadir dalam Cerita

Dan untuk ini melebihi rasa syukur dari sebelumnya

untuk - Mu yang menetipkan raga dan sosoknya


Aku tak Berani membenarkan Keagungan dan sempurnanya  sebuah rasa dariku dan dirinya Sebab disini rasa percaya dan kekaguman yang begitu lancang singgah tanpa rencana

          Dan diluar kuasa seorang manusia biasa

          Tak berarti aku harus menyalahkan kedatangan dari keduanya

          Boleh Jadi ini titipan DariMu yang Berkehendak atasNya


Aku hanya pengemudi dari Fitrah rasa yang berani tumbuh dengan sendirinya 

Namun lindungilah aku dari segala yang akan membuatku lalai

          Dan berpaling dariMu maha pemegangNya 

Bisa kah ini hanya semacam alur cerita yang sampai pada ujung yang bisa dengan mudah ku melewatinya? 


Sulitnya adalah ketika harus berhadapan dengan keduanya

Tapi takut ketika tak berhasil menahan segala hal 

Yang sangat sulit untuk diterima ruang dari rasa


 Jika memang Engkaulah penguasa dari yang terjadi 

Aku tak berhak berpaling dari yang engkau tetapkan dengan penuh cinta 

Aku hanya bisa duduk dan bersimpuh janganlah Engkau membuatku berlari

         Dari selaksa akhirat yang telah menanti diri sedang Maya membutakan

         Dan menggali ego ku untuk menjauhkan diri


        Jika Fitrah Hadirnya Rasa adalah bukan kesalahan dan Engkaulah yang menganugrahkan

       Tolong jagakan pengharapan ku hanya kepadaMu

      Sebelum Kepadanya hanya hanya sebatas wujud Raga Yang sebatas singgah

      Akan ku serahkan semua  yang Engkau jadikan kerangka dari sebuah rancangan bahagia tiada jeda

     Karena Dibalik semua rasa percaya aku bukan pemilik sanggup dalam menolaknya.

 

    Ini layaknya sebuah Hadiah diluar hasrat Tumpul yang tak mampu ku tajamjamkan seketika

   Izinkan Dia hanya memohon yang terbaik kepadaMu

   Bukan menitipkan namaku menjadi tumbal pengharapan sia sia

   Izinkan aku menjaga dan terjaga oleh-Mu dengan dekapan sepenuh rasa

   Kini aku tak berani lagi melibatkan sebuah nama s

   Sebab aku pernah menjadi buronan sebuah kecewa dari salah seorang manusia

 

   Beda denganMu maha menjanjikan bahagia diluar kira

   Jika Engkau menghendaki terpaut nya dua fitrah rasa aku berpasrah

   Namun jangan karena  terpaksa

   Dekatkanlah apa yang menjadikanKu semakin berharap kepadamu

  Bukan yang Menjauhkan Ku dari maha pengabul segala semogaku

  Untuk saat ini biarkanlah Ia dan aku saling melayakkan diri

  jika memang takdir menitipkan gelar saling memiliki

 

Kini akulah yang sedang membenahi diri singgah di bumi untuk mendalami jati diri

Seorang Perasa untuk penjaga Dari rasa

Agar ketika Engkau Ridho akan Kedua raga

 Dan Fitrah Rasa untuk menyempurnakan separuh agama

Aku jauh lebih dari lega

 Bahkan menikmati Kehendak yang baru kali pertama

Bahagia yang sesungguhnya



seluas ini yahh kepercayaan itu...

maafkan untuk banyak hal semoga Allah Ampunkan sudah lama tak menyapa kalian semua dengan tulisan semoga senantiasai setia menjadi bagian dari kami 

semoga kalian terhibur dan merasakan lega yang belum pernah ada sama seperti sebelum - sebelumnya 

Selamat membaca👆💚

mutiahmawaddah29
mutiah mawaddahtul maulia

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter