-->

Ads 720 x 90

Label

Search This Blog

Ngopi ! cuci tangan dulu !

Lompat Jangkit / triple Jump (Bag.1)

 Materi kali ini cabang olahraga Atletik   akan dibahas adalah lompat jangkit. Sebagai bagian pertama pembahasan ini  akan dibahas Nomor lomba lompat jangkit. Sekilas sama pelaksanaanya dengan lompat jauh seperti pada pembahasan lompat jauh kita sudah bahas sebelumnya, persamaan yang mencolok adalah sama sama menggunakan bak lompat . Bagaimana perbedaannya silahkan pelajari materi  ini dengan baik..

Apa dan bagaimana materi ini

 


Selamat belajar 

Pengertian Lompat Jangkit

Lompat jangkit juga di kenal dengan triple jump. (hop, skip, dan Jump). Menurut IAAF (International Association Athletic Federation) tujuan dalam lompat jangkit adalah untuk jangkau jarak lompatan horizontal sejauh mungkin dengan menggunakan tiga lompatan berturut-turut.

Meskipun ada kesamaan antara beberapa gerakan dalam lompat jangkit dengan lompat jau, lompat jangkit adalah gerakan lompat yang memiliki gerakan komplek secara teknik serta menuntut ketangkasan-ketangkasan tambahan, lebih lagi ada korelasi antara presasi lompatan jangkit dengan prestasi lompat jauh.

  Sejarah Lompat Jangkit

 Olahraga lompat jangkit adalah salah satu olahraga yang dipertandingkan dalam olimpiade modern pertama di Yunani pada tahun 1896 dan dimenangkan oleh James Connoly.

Olahraga lompat jangkit terinspirasi dari salah satu jenis olahraga lompat sejak zaman Yunani kuno dimana sang pelompat akan melakukan beberapa kali lompatan sebelum lompatan terakhir, akan tetapi tidak diketahui secara pasti berapa banyaknya lompatan yang dilakukan oleh atlet pada saat itu serta peraturan dalam pertandingan tersebut.

Dalam mitologi Irlandia, lompat jangkit telah diperlombakan dalam pertandingan Irlandia kuno bernama Tailteann Game, pada awal 1829 SM.
Jika pada olimpiade modern pertama, lompat jangkit hanya diikuti oleh atlet laki-laki saja, namun pada tahun 1996, atlet perempuan akhirnya bisa mengikuti kejuaraan lompat jangkit dalam olimpiade Atlanta.

Menurut peraturan dalam lompat jangkit, pelompat harus mendarat dengan kaki yang digunakan untuk take off pada fase pertama yaitu hop (lompatan dengan satu kaki), dengan kaki yang berlawanan dari kaki yang digunakan take off fase kedua, yaitu step (langkah), dan dengan kedua kaki pada fase terkhir, yaitu jump (lompat). Jarak lompatan sangat bervariasi, tergantung pada kecepatan pelari, tenaga kaki dan kelenturan otot.

Untuk menjaga agar kecepatan tetap stabil, hendaknya sudut pendaratan dan sudut  take off pada setiap fase tetap sama, terutama pada hop dan  step.

A.    GERAKAN DALAM LOMPAT JANGKIT

Latihan gerakan dalam lompat jangkit dibagi dalam emoat tahap secara terpisah, yaitu tahap lari, tahap hop, tahap step, dan tahap jump.

1.      Tahap Lari

Tahap pertama pada latihan lompat jangkit adalah tahap lari. Latihan lari bertujuan untuk meningkatkan kecepatan horizontal tanpa menimbulkan hambatan sewaktu melakukan take off.

            Untuk meningkatkan kecepatan pada saat melakukan take off, disarankan agar jarak lari cukup panjang. Baik pemula jarak lari 20 – 30 meter sudah cukup memadai. Kalau dianggap perlu, jarak tersebutdapat ditingkatkan sampai sejauh 30 – 40 meter.

            Peningkatan kecepatan lari harus dilakukan secara bertahap. Hindarkan ketegangan yang berlebihan. Jangan menurunkan kecepatan lari pada saat menginjak papan lompat. Jangan memotong langkah dengan cara memperpanjang jarak lari. Hindarkan pencapaian kecepatan maksimum yang terlalu dini dengan cara memperpendek jarak lari.

Menurut IAAF tujuan awalan lompat jangkit sebagai berikut:
Tujuan dari awalan adalah untuk mencapai kecepatan maksimum dan sebagai persiapan untuk menumpu pada saat jingkat (hop).
Panjang lari awalan yang digunakan oleh pelompat tergantung pada kemampuan tiap individu pelompat untuk melakukan lari awalan sebagai tahap akselerasi. Pelompat yang mencapai puncak kecepatan larinya akan membutuhkan suatu lari awalan yang lebih pendek dari pada mereka yang memiliki kecepatan lari awalan yang akselerasinya lebih lambat.

Para pelompat yang memiliki kemampuan yang baik biasanya akan menggunakan awalan dengan jarak 35-40 m atau 18-23 langkah lari, sedangkan pelompat yang memiliki kemampuan yang kurang begitu baik biasanya akan menggunakan lari awalan yang lebih pendek.

2.      Tahap Hop

Tahap hop adalah tahap kedua dari serangkaian gerakan dalam lompat jangkit. Latihan hop bertujuan untuk mengubah gerakan lari menjadi suatu hop yang rendah menurut suatu lintasan dengan tetap mempertahankan kecepatan horizontal. Perubahan gerakan maju ke muka menjadi gerakan bersudut didapat dengan cara memberikan tenaga maksimum pada kaki yang akan take off. Setelah melakukan take off, kaki yang digunakan untuk melompat hendaknya melakukan gerakan lutut dinaikkan. Kaki melewati lengkungan yang lebar untuk mendapatkan posisi landing ysng efisien. Ini dilakukan pada tahap akhir gerakan melayang dan langsung ditarik mundur untuk mempersiapkan landing aktif. Untuk mendapatkan posisi landing yang aktif, lengkungan terbalikdari kaki take off harus sudah lengkap pada saat-saat terakhir gerakan melayang. Sebelum mendarat, kaki yang take off harus digerakkan ke depan dengan kaki yang satunya tergantung bebas dibelakang. Pada saat mendarat, kaki menyentuh tanah dengan tumit terlebih dulu. Ketika melayang, punggung harus diusahakan setengah mungkin.

Tambahkan teks

Pada waktu take off, usahakan menekan arah gerak kedepan. Hal ini dilakukan untuk mencegah lompatan yang terlalu tinggi. Untuk menghindarkan lompatan yang terlalu tinggi, lakukanlah langkah panjang pada beberapa langkah terakhir sebelum melakukan lompatan.

Tahap hop merupakan gerakan awalan dari tahapan lompatan jangkit menurut IAAF hop lompat jangkit sebagai berikut:
Gerakan hop adalah gerakan dua kali menumpu kaki yang sama dengan tidak menghambat kecepatan lari atau awalan. Supaya lebih jelasnya perhatikan penjelasan berikut:

·             Gerakan tumpuan yang ketiga dilakukan setelah gerakan tumpuan kaki yang sama, gerakan ini bertujuan mengubah kecepatan ke arah gerakan step, untuk menjaga gerak mendatar sebanyak mungkin dan mengangkat bobot badannya ke arah lompat atau jump.

·             Fase kedua dalam lompat jangkit dimulai ketika kaki take off menyentuh tanah. Tungkai take off harus dalam keadaan lurus dengan paha tungkai pendorong tepat berada di bawah garis paralel dengan tanah.

·             Ketika pelompat lepas dari tanah, tungkai take off tetap lurus dibelakang titik berat badannya, dengan betis tetap hampir paralel dengan tanah. 

·             Pada waktu yang bersamaan, tungkai yang berlawanan mendorong sampai setinggi panggul dimana tetap dipertahankan sampai mid flight selama fase step, sudut lutut tidak lebih dari 90 derajat. 

·             Ketika pelompat mulai turun, tungkai pendorong lurus dengan ankle fleksi atau memperpanjang tuas dan kaki bebas melakukan gerakan mengkais ke bawah untuk melakukan transisi dengan cepat ke fase tiga.

·             Selama fase step, pelompat konsentrasi pada langkah step sejauh mungkin. Hal ini biasanya merupakan fase terlemah, karena menuntut pelompat memiliki koordinasi yang baik dan memerlukan latihan yang khusus.

        Tujuan gerakan lengan dalam bertolak pada tahap gerakan langkah (step) adalah untuk menunjang tolakan, pilihannya apakah gerakan satu lengan atau menggunakan dua lengan tergantung dari lamanya tahap melayang itu sendiri.

3.      Tahap Step

Tahap step adalah tahap ketiga dari serangkaian gerakan dalam lompat jangkit. Latihan step bertujuan untuk mengubah kecepatan horizontal yang masih ada setelah hop, menjadi suatu langkat. Jauhnya langkah tergantung pada kecepatan horizontal dan kompenen vertical yang muncul pada saat dilakukan take off. Begitu kaki yang digunakan melompat pada tahap hop menyentuh tanah, kaki yang sebelahnya lagi hendaknya digerakkan dengan lutut lebih rendah dahulu dan paha dipertahankan tetap tinggi. Pada saat landing, kaki menyentuh tanah dengan bagian tumit terlebih dahulu. Pada waktu melayang di udara, punggung harus diusahakan setegak mungkin.


Untuk menghindarkan langkah yang terlampau pendek dan datar, lutut harus ditinggikan sewaktu take off. Jangan tergesa-gesa sewaktu melakukan take off. Perbaiki gerakan kaki setelah landing dari gerakan hop.

4.      Tahap Jump

Tahap jump adalah tahap terakir dari serangkaian dalam lompat jangkit. Latihan jump bertujuan untuk mengerahkan kecepatan horizontal yang masih tersisa untuk fase terakhir, sehingga dicapai jarak lompatan yang maksimal. Jauhnya lompatan tergantung pada distribusi fase-fase sebelumnya serta kompenen vertical dari tenaga yang digunakan sewaktu take off. Begitu kaki melakukan stepping  mendarat, kaki yang tergantung bebas diayungkan ke depan dengan lutut terlebih dahulu. Untuk mendapatkan ketinggian yang diinginkan punggung harus selurus mungkin. Sewaktu melayang harus melakukan gerakan hang atau hitch kick. Merentangkan kedua tangan di atas kepala akan membantu melambatkan gerakan rotasi ke depan. Pada saat landing, perhatian hendaknya diarahkan pada kaki yang direntang sejauh mungkin dari pinggul. Lutut diangkat ke atas belakang, dan kedu tangan diayunkan kebawah untuk membantu rentangan kaki. Kedua tangan segera diayunkan kedepan begitu tumit menyentuh pasir. Hal ini dilakukan untuk mencegah tubuh terjatuh ke belakang.

Usahakan agar kedua paha terbuka lebar sebelum take off. Usahakan untuk tidak mengangkat kaki ke atas terlalu awal. Usahakan untuk memperbaiki landing yang tegak dengan cara menekuk kedua kaki sebelum diluncurkan ke depan.

Sebagai Fase ketiga dan terakhir dalam lompat jangkit, yaitu lompatan panjang yang diawali dengan lompatan dan bukan lari.

·            Tungkai take off diluruskan dengan kuat selama kontak dengan tanah. Dengan paha kaki dari tungkai bebas berada pada ketinggian pinggang.

·            Lengan mendorong ke depan dan atas, dan melakukan blok selama beberapa saat ketika tangan berada pada ketinggian muka. 

·            Togok harus dipertahankan tegak dan dagu ke atas dengan mata diarahkan ke pit. Ketika berada di udara, tungkai bergerak ke posisi menggantung dengan kedua paha berada di bawah togok, lutut bengkok mendekati 90 derajat. 

·            Kedua lengan diluruskan ke atas untuk memperlambat rotasi dengan kedua tangan mengarah ke langit atau ke atas.

·            Posisi ini dipertahankan sampai pada titik puncak ketinggian. 

·            Kedua lengan kemudian mendorong ke depan, bawah, dan ke belakang pada saat tungkai diayun serentak ke depan dan paha diangkat sejajar dengan tanah.

·            Lutut tetap bengkok untuk memperoleh keuntungan tuas yang lebih pendek.

·            Ketika paha berada pada posisi paralel, tungkai diluruskan cepat dan ankle fleksi dan posisi jari kaki menghadap ke atas. 

·            Pelompat mempertahankan posisi ini sampai tumitnya menyentuh pasir. Ketika lutut benar-benar berada dalam posisi akan menyentuh pasir, maka panggul naik.

Tujuan gerakan ini dari tahap gerakan lompat atau jump adalah sama seperti pada lompat jauh, yaitu memperoleh jarak horisontal yang terbaik.

Demikian materi ini semoga bermanfaat, sebagai bahan pembelajaran siswa Sekolah  Menengah Atas (SMA) atau yang sederajat. Selamat belajar dan berlatih,,,,,

 

Bersambung..

Sumber :

Buku PJOK SMA Kelas XI

Buku Seri Olahraga, penerbit Insan Madani

https://www.materiolahraga.com/2018/08/lompat-jangkit.html


Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter