-->

Ads 720 x 90

Search This Blog

Ngopi ! cuci tangan dulu !

SEJARAH OLIMPIADE DAN OLAHRAGA ATLETIK (BAG.1)

Mengapa dalam perkembangan sejarahnya Olimpiade dan Atletik merupakan bagian yang tidak terpisahkan  ?

Berikut ini ulasannya.


Sejarah atletik tidak terlepas dari sejarah olimpiade. Sebab atletik adalah satu satunya olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade pertama di Yunani kuno tpada tahun 766 M. nama”atletik” berasal dari bahasa Yunani”athlon” yang artinya ‘pertandingan’ satu satunya pertandingan dalam pertandingan dalam Olimpiade itu adalah lomba lari mengeilingi lapangan. Pemenang pertandingan Olimpiade pertama adalah Coroebu.

Sejak ribuan tahun lalu bangsa Yunani sudah mengenal olahraga dalam arti yang paling sederhana. Mereka melakukannya untuk kepentingan pasukan perang atau kemiliteran. Dengan berolahraga diharapkan para prajurit akan tangkas dan sigap dalam bertempur. Olimpiade yang paling awal konon sudah diselenggarakan bangsa Yunani kuno pada tahun 776 Sebelum Masehi. Kegiatan itu diikuti seluruh bangsa Yunani dan dilangsungkan untuk menghormati dewa tertinggi mereka, Zeus. Zeus bermukim di Gunung Olimpus yang kemudian dipakai sebagai nama Olimpiade hingga sekarang.

Pada permulaan tahun berlangsungnya Olimpiade, dikirim utusan keseluruh wilayah Yunani untuk mengundang seluruh rakyat negara-kota untuk menyembah Zeus dengan cara melakukan perlombaan atletik. Maka dikirim utusan masing masing wilayah kota untuk mengikuti perlombaan. Para pemain yang dikirim hanya terbatas kepada warga negara terhormat keturunan Yunani.Terdapat beberapa perlombaan Olimpiade yang pernah diselenggarakan di Eropa, yaitu:

Pertama, perlombaan Panhellines. Perlombaan ini adalah ritual olahraga yang dilakukan oleh bangsa Yunani terdiri dari:

Perlombaan Phythian, yang pernah dilaksanakan pada 527 SM di Delphi setiap 4 tahun sekali

Perlombaan Namean, yang pernah dilaksanakan pada 516 SM, di Argolid, setiap 2 tahun sekali, dan

Perlombaan Isthmian, yang pernah dilaksanakan pada 526 SM di Isthmus, Corinth, setiap 2 tahun sekali.

 Kedua, Perlombaan Romawi, yaitu perlombaan olahraga yang dilakukan oleh orang orang Romawi. Perlombaan olahraga ala Romawi ini mengubah Olimpiade ala Yunani dengan mengesampingkan perlombaan nomer lari dan lempar, dengan menggantikannya dengan perlombaan balap kereta dan gulat.

Semenjak itu, Olimpiade terus berkembang menjadi semakin kompleks. Meski urutan acara Olimpiade tidak pasti, hari pertama festival itu adalah untuk pengorbanan. Kemudian hari kedua dimulai dengan dengan perlombaan lari. Pada hari berikutnya dilanjutkan dengan gulat, tinju, dan pancraitum(gabungan tinju dan gulat). hari berikutnya lagi diteruskan dengan perlombaan balap kuda. Setelah pacuan kuda, pancalomba - serangkaian lima pertandingan yang meliputi gulat, lempar cakram, lempar lembing, lompat jauh, dan lari cepat-digelar. Urutan pastinya dari pancalomba dan metode yang digunakan untuk menentukan pemenangnya tidak diketahui. Namun pertandingan lompat dinilai dari jauhnya bukan tingginya. Adapun pertandingan penutup adalah lari cepat memakai baju besi.

Seperti di Yunani, pertandingan olahraga di Romawi juga menjadi bagian dari peribadatan. Untuk menyenangkan dewa-dewa, kaisar Romawimenitahkan agar pada setiap awal tahun diadakan pertandingan yang dipersembahkan untuk para dewa.

Namun seiring waktu berlalu, tujuan tersebut melenceng. Tujuan yang awalnya untuk peribadatan menjadi ajang untuk kemegahan dan popularitas para pembesar semata. Jika di Yunani yang menjadi pemain adalah rakyatnya, di Romawi hanya atlet bayaran, budak, dan tahanan yang bertanding. Selain itu, jika pertandingan di Yunani hanya ditentukan oleh kalah menangnya para atlet dalam perlombaan, pertandingan di Romawi sering dicirikan dengan adanya pementasan pereang berupa pertandingan sampai lawan mati, yang melibatkan banyak orang serta binatang buas.

Romawi menaklukan Yunani pada 146 SM dan melanjutkan tradisi Olimpiade selama 500 tahun. Pertandingan Olimpiade kuno pun menjadi sangat populer di abad 5 dan 4 SM. Namun, pada tahun 393 M, kaisar Romawi, Theododius I, yang menganut agama Kristen, kemudian melarang digelarnya Olimpiade. Sebab ia menganggap Olimpiade sebagai aktivitas para penganut agama pagan(penyembah dewa). walhasil, selama delapan abad kemudian tidak adalagi petandingan Olimpiade. Konsep pertandingan Olimpiade ini, setelah lama mati berabad abad kemudian dihidupkan kembali pada akhir 1800 dengan nama pertandingan Olimpiade modern.

Nah...bagaimana kelanjutan sejarah perjalanan Olimpiade modern dan perkembangan olahraga atletik, silahkan ikuti pada bagian berikutnya.

 

Sumber :

1. Buku Seri Olahraga Atletik,Oleh Winendra Adi, dkk. Penerbit INSAN MADANI 2008

2. https://id.wikipedia.org/wiki/Olimpiade#Olimpiade_kuno

 

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter