-->

Ads 720 x 90

Label

Search This Blog

Ngopi ! cuci tangan dulu !

BIARLAH KU PENDAM, KARENA ILAHI SANG PEMEGANG JAWABAN!

Jangan pernah ragukan Sang maha penggenggam Rasa, Sang maha Cinta...

 jangan sungkan bercerita lama pada yang maha mendengarkan dan menenangkan keluh dan kesah maslah fitrah rasa kepada selainNya sebab tak akan Engkau temukan pendengar dan pengasih terbaik kecuali DIA.

Biarlah ia perintah Engkau diam untuk sebuah secret fitrah rasa berharga Sebab jika dua raga dilayak bersama mudah baginya membuatmu bisa menyatu dan bersama hingga kejannah FirdausNya

Ingatlah Dia yang paling mahir menjaga setiap rasa dan tahu solusi Engkau yang tak sanggup saling mengungkap lewat kata - kata yang hanya akan membuat lama Jawabannya selalu ada pada ikhlaskan, lepaskan,pastikan atau tinggalkan. 

Dan jika engkau punya yakin Akan ketetapan tenanglah skenario Allah tak ada lagi yang perlu di ragukan... jawaban darinya hanya bismillah dalam menghalalkan....

sampai sini fahamkan?

sedikit perumpamaan selamat membacakan dan ikut merasakan jika sedang dalam fase sang peannti dalam memantaskan diri or yang sedang berjuang mengikhtiarkan di sepertiga malam dan mempersiapkan diri berani mempertanggung jawabkan amanah dari yang banyak raga sedang diam  diam ikut memperjuangkan.




 

                                                  Ku titipkan RasaKu Padanya,KepadaNya

 cipt : Muti'ah Mawaddahtul Maulia 


Pertama kali diantara yang melihatnya.

Terakhir kali diantara yang memujamu 

Pertengahan key lokasi yang mengurung relung rasa ditemani semua rasa khawatir yang tiada jeda


Aku heran dimana pertemuan berani mulai bermula

Sedang kedua wajah masih abstrak bak lukisan pasir yang indah dengan makna uniknya

Semua dengan mudah semasing memendamnya


Diam dalam kurungan sepinya

Paling riuh saat berbisik kepada lillah Allah 

Namun enggan mengungkap sebuah fitrah rasa yang berani singgah tanpa terencana sebelumnya


Detik, menit , jam, semua diluar duga bahkan tanpa kurungan waktu

Sudah tak terhitung sesering apa ia memuja tanpa harus temu sebagai jeda diantara dua 

Dua raga yang tak saling menerima dan ungkapkan rasa


Dia yang tengah bersinggah dibumi Allah yang saat ini masih memakai kompas berjalan

Dengan berbagai arah yang menjadi pembeda 

Sepertinya hanya sedang memilih diam - diam mengagumi tanpa mendesak ilahi 

Akankah ini sebuah nyata diantaranya?

Ataubenarkah? Inilah maya yang masih harus dijadikan saksi mata


Tak ada yang menjadikan ragu sebuah yang diyakinkan Allah lebih tau jawabannya

Tiada bungkusan kecewa jika tak terlalu berharap padanya sebelum .....

Telah melambungkan pasukan pengharapan hanya padanNya

Kalau ingin merasakan yang namnya mesra rasanya tak ladzim jika banyak yang mengetahuinya

Lalu kupilih lah menciumMu dalam fasihnya doaku kepadaNya


Jika...

Suatu ketika Engkau bertanya Mengapa?

Akanlah kuberi jawab paling menjelmakan rasa sayang ini sepenuhnya

Bahkan tanpa saling sentuhan langsung kedua fitrah rasa yang belum acc restuNya

Ku memilih menciumMu dalam doa, sebab doaku hanya aku dan Ilahi yang rasa  sepenuhnya


Tidaklah kujanjikan untuk engkau terluka

Atau ada hati yang harus siap menjadi patah dan terluka

Sebab pilihku, kutitip rasaku padanya kepadaNya

Dan tak perlu ku mengatakan hingga berbusa dengan mulut yang sesama lemah dalam terjemah


Aku takut kedua rasa hanya melenceng dari jalan lurusNya

Biarkan Allah dan diam mengunci semua 

Agar Semua yang tak layak tumbuh dengan dibuat sengaja lengkap dengan kwitansi semu

Kecewa, dan Harapan palsu kau tau kan? kita semasing benci hal itu

Biarlah waktu dan restunya membuatnya senantiasa terjaga


Aku ingin memberi jawaban berupa memegang amanah dengan penuh sungguh

Yang kujanjikan bukan ku tinggalkan, bahkan melepaskan

Engkaulah yang semangat 45 sedang ku ikhtiarkan diam  diam

Kalaulah Amanah itu di izinkan untuk kupertanggung jawabkan hingga kejannahNya

Biarkan kita berkenalan panjang tanpa halangan ketika Telah ku halalkan rasamu dan rasaku


Biarlah dulu hingga kini ku titipkan rasaku padanya, kepadaNya

Sampai akhirnya restuNya Mengaamiinkan Dan Mengiyyakan

Dengan kehendakNya

Mudah bagiNya Kita disatukan tanpa Kesepakatan Yang saling mengekang





mutiahmawaddah29
mutiah mawaddahtul maulia

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter