-->

Ads 720 x 90

Label

Search This Blog

Ngopi ! cuci tangan dulu !

BAIT RINDU , Aku mulai menulisnya tanpa sengaja

Gambar : pemandangan, alam, horison, cabang, bayangan hitam, awan ...





Beranilah untuk melepas saat ikhlas mulai berucap.
sampaikan rindumu Walau hanya melalui perantara melangitkan do'a
berhenti menaruh harap pada manusia sebab itu hanya perjanjian kecewa tiada jeda. kamu pun berhak bahagia berterima kasih lah untuk semua yang pernah singgah, karena itu bisa jadi penguat untuk hatimu yang harus mulai kembali tertata menaruh harap hanya kepada - Nya biarkan ia datangkan Rasamu yang sesungguhnya untuk berlabuh kepada siapapun yang Allah hadirkan dan Dia pun ikut mengaamiinkan- Nya

Disini aku akan menyuarakan beberapa bait yang tersusun secara acak tanpa terencana tiba - tiba hinggap di relung sebuah rasa yang mewakilkan beberapa raga yang mungkin pernah merasakan rindu yang sama. inilah sejumput ceritanya dengarkan Dia di seutas video singkat ini selamat masuk kedalam nuansa kisahnya.

BAIT RINDU
Cipt : Muti'ah Mawaddahtul Maulia


Hujan datang Membawa setiap bait kerinduan Awal perkenalan kukira petaka ternyata timbul lah rasa Dan ternyata datangkan segudang kecewa Kemarin ruah suara canda kalah dengan derasnya hujan, Yang berhasil turun di pipi Tapi kini mulut yang tak bersuara itu ... persis senyapnya keramaian Di heningnya malam yang membisikkan rindu teramat dalam Andai bisa memohonkan, untuk hati yang telah kesekian kali menjadi patah Bisa kah?hentikanlah semua kerinduan Kalau itu hal yang paling menyakitkan Untuk ragaku aku heran Harus berapa lama lagi menjadi hati yang paling mudah rapuh? Sedangkan tidak ada posisi yang membenarkan Aku adalah milik satu raga itu Kalau itu adalah rasa suka haruskah aku menjadi buronan hati paling terluka? Ketika pelupuk mataku masih lega dapat melihatmu Tapi sakitnya adalah... mengapa harus hatiku yang merasakan sesakit itu Sedangkan sadarnya aku aku bukanlah siapa - siapa Dan tak pernah menjadi apa dari setiap alasan yang kau ciptakan untukku Namun, sekarang posisi itu di sudut setelah hadirnya Mengambil seluruh alasan itu dari genggamanku Inikah yang disebut luka tak berdarah itu ? Yang akan jadi pemenang dari ajang sosok paling menderita Menerima pahitnya balasan luka yang tiada hentinya Untuk dia kau benar,aku adalah hanya satu sosok biasa yang bergelarkan teman Beda dengannya yang kini memberi beribu alasan mampu datangkan senyuman Kalau boleh ku ungkapkan sudah banyak keraguan yang mulai terciptakan Semenjak kau memilih tangannya menjadi genggaman Bukan aku yang pernah jadi alasanmu tuk beri kebahagiaan Terima kasih untuk setiap rapuh, luka , dan patah yang bercampur jadi satu Dalam kisah mengesankan itu




Dukung setiap karya kami.
kalian bisa follow akun puitis kami di :
instagram : @serpihanpatah__
chek video di sini
Youtube channel : Mutiah Mawaddah


mutiahmawaddah29
mutiah mawaddahtul maulia

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter