-->

Ads 720 x 90

Label

Search This Blog

Ngopi ! cuci tangan dulu !

SENANDUNG KEPULANGAN

Perginya diluar duga ku. Saat datangnya begitu riuh sambutnya namun, bagaimana akhirnya dia pergi tanpa pesan yang memberiku isyarat lenyapnya dari pelupuk mata. Dulu petikannya begitu menyejukkan hati lembutku saat sambutnya. Nyatanya tuhan mendekapku dengan segeraNya perginya benar begitu melukaiku...

                Untuk hati yang semakin mengingat caramu perhatikan hati dan ceritaku. Mengapa kau terjemah sebuah kisah yang harus berhadiahkan duka luka kepulanganmu? tak kutebak pula terjadinya...
hari demi hari pernah terjalani Namun kau pergi dengan mudah seolah tak sempat beri arti sama sekali

Aku tahu ini berat untuk terima akan nyata dan posisiku yang maya dimatamu.
ALLAH lebih sayang ragamu yang lelah dari sakit yang sampai hari ini tak kutahu..
Sedang, ku hanya disambut akan kabar kepergianmu disudut ruang aku melihatmu kaku
Persis dimana sekian ratus senandung kau cipta khusus demiKu tepat berseblahan dengan piano penuh kenangan itu

Pergilah dengan semburat tenang yang akan jauh dari usikku
Maafkan karena tak lebih jauh tahu alasan sembunyimu



Waktu Senja – My Sekar

                                         KEPULANGAN SENANDUNG SENYUMNYA
Cipt : Muti'ah Mawaddahtul Maulia


Kita adalah dua raga 
Semasing nama yang saling menyebut dalam merdunya pengharapan restunya 
Namun... nyatanya pergimu tiada sempat kuduga 
Beginilah adanya cepat yang kurasa saking tak terhitung waktu perginya

Kau dijemput untuk berpulang ke pangkuan- Nya se erat - eratnya 
Pelukan agar tak lagi kau lepas darinya, kini kuhanya terdiam 
Melihat siputih berpadu dengan batik coklat menutup nan panjangnya
Kini tak ada lagi petik dan bunyi yang menentramkan dengarku 
Dengan semua ciptanya buatku sengaja
Aku tak berbalik bahwa aku hanya si pengagum yang tak ucap usik dan ingin saling tahu diantanya 


Senyummu tak lagi sambut datangku bahkan kepulanganmu masih sulit diterima nalar dan mata 
Lihatmu kaku telah pergi meninggalkan
Tidak lagi terdengar suaramu yang menentramkan ku 
Dulu akulah penikmat senyuman yang seakan jadi senandung dalam hariku 
Dimana bertukar cerita adalah potret sederhana dari hadirnya saling tawa 


Kepulangan senandung senyumnya menusuk bekunya rasa terdalamku mengenai tiadanya kini
Menolak lupa setiap apa yang pernah dilewat bersama - sama 
Dimana nanti rinduku akan bermuara jika ragamu saja pergi dengan cepatnya 
Tersadar seterpukulnya aku takkan paksamu kembali membersamai  
aku yang kini habis daya tuk bicara


Sekarang terlambatlah sudah jika ku ingin kau medekap sepenuhnya hatiku 
Terlalu setia padamu kini tak membuat yakinku semakin jauh karena sangat berat kehilangan sosokmu
Semakin kupaksa untuk menerima nyata hari ini kau meninggalkan dekapan 
Yang akan kau dan aku rindu


Sekarang kalau bertumpuk rinduku tak ada yang berhasil membuatnya sampai bersama senandung
Kepulanganmu terberat yang diterima oleh mata hati dan ragaku 
Bahwa kini sejumput cerita telah ditutup usiamu untuk berbalik mengingatnya 
Sapaku hanya bisik merdu dengan melangitkan doa - doa ku untuk titip setiap sapa ku kepadamu 

Semakin jauh jarak pemisah kita hanya dua kenyataan yang harus saling terima
Ini mungkin bagian dari khayalanku yang brgejolak dalam nan jauh sedang kaupun tak tahu siapa aku
ini hanya hasrat sebuah imajinasi jauh mendambakan sosok sepertimu ada disampingku 
Dengan segela perihalmu yang sejak dulu hanya bisa kunikmati dari pelupuk mata dan amat jauh
Bahkan sampailah dimana kau harus berpulang tanpa pesan yang kunantikan 

Kau yang dijemput dengan enuh ketiba - tibaan andai bisa ku katakan akulah satu sosok yang ingin menjadi alasan dan sebuah cerita sederhana yang mengesankan
Tapi sepertinya sang penggenggam rasa tak mengiyyakan bahwa kita layak di satukan bahkan sebelum atau sesudah kepergian...

tenanglah disana bukan kau yang tak mengindahkan segelaku dan semburat sejuta inginku
ini hanya ucapan dan ungkapan terdalam ku dari si pengagummu sejak dulu
Diam ku berani menjadi penanti terpendam perihal senandung yang selalu memperindah senyuman khas mu itu 
Terima kasih telah mendengar ceritaku didalam nuansa halu ku yang teramat jauh
Ini aku yang tak berani mendekatkan semua rasa yang kutata rapih 
Dalam diri untuk sepenuhnya beri padamu

Karena lebih dulu lah sang penggengam memberi sepenuh kasihnya 
Untukmu dengan kembali pada - Nya
Sedang aku hanya bumbu pelengkap yang sedang nikmatnya duduk didalam khayal yang tiada jeda 
Perihal kita akan kah benar bersama ?
Semua jawabannya masih ada dalam ketetap dan takdir yang akan di beri - Nya 


Kini senyummu tak lagi terlihat oleh khas bersama senandungnya karena semua telah terencana Setiap yang berjiwa akan sampai pada ujung usianya bila tiba habis masa berlakunya bersinggah 
Dibumi, dunia untuk berpulang kembali kesebenar - benar  asalnya .....






Semoga dapat ambil hikmahnya bahwasanya setiap yang berjiwa akan sampai dititik akhir jatah usia Dan sebaik - baik dari kesiapannya adalah terima dan semakin sadar ini bukan berlaku kepada satu Sosok makhluk saja melainkan ini teruntuk seluruh penduduk bumi , dunia dan semesta yang di tapaki kaki saat ini untuk berpijak dan mempersiapkan segalanya 
~SELFREMINDER :( ~
mutiahmawaddah29
mutiah mawaddahtul maulia

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter