-->

Ads 720 x 90

Label

Search This Blog

Ngopi ! cuci tangan dulu !

HUJANKU DI UJUNG MALAM


**Sekilas Bait **

Puncak Musim Hujan Terjadi Januari sampai Februari 2020 - Health ...


~SURAT UNTUK HUJAN DI PIPI ~

cipt : Muti'ah Mawaddahtul Maulia

"Tidak semua yang kau ceritakan benar adanya yang tahu luas akannya adalah diri yang sedang kau jadi  bahan topik dan alur cerita jenaka, tanpa kau sadar itu adalah awal timbulnya luka,
semakin dipaksa untuk mengatakan mulutmya tak akan mengucap setiap perkiraan yang kau jadikan ajang pembanggaan Dia hanya gadis kecil yang sedang iingin menemukan jalan bertahan dalam menjalani kehidupan."

 ***

"Gadis kecil ini tak mengenalmu, Dia benar memilih diam bukan karena acuh padamu, senyummu saja obat jitu baginya, penyembuh yang sedang ia kejar arah pulihnya 
di sudut ruang sering kali mahirnya hanya di saksikan senyapnya malam hening."
rehat senyuman yang seharian penuh kepura - puraan menulislah Dia dengan tinta terbata dengan secarik kertas usang yang mengungkap terpukulnya sebuah raga mungil tak tahu apa yang sedang menempa hidupnya.

***

"Deras hujan dipipi tiada sungkang jatuh membanjiri sehelai pakaian  lapuk yang menyaksikan sakit dan rapuhnya di hina, hingga bertemu secarik kertas bekas tak bermakna di pungutnya 
gemetar mulut mengeja dengan terbata - bata menulis kecewanya pada makhluk lainnya, yang tak menganggap adanya sebagai manusia saat di sudut ruang gedung bangunan tua tak ada satupun yag berhasil membuat redah setiap tumpah hujanku yang tiada henti derasnya."


"kutuliskan sepucuk surat dengan beberapa kata bahwa hujan di pipiku adalah saksi bisu nya
untuk aku berhentilah peduli pada kecewa,
kembalilah tersenyum kepada mereka yang menganggap engkau hanya sosok biasa karena mereka tak pernah faham bagaimana engkau menikmati makna dan maksud derasnya hujamu  sendiri,
di penghujung malam ini."

***
 "Menjadi penonton setia dari cemooh yang menjatuhkan raga tersungkur tak berdaya bukanlah sebuah alasan utama hujanku jatuh begitu derasnya 
Melainkan ini bagian dari beberapa rindu yang tiada lagi janji temu selain membisik dan menyapanya lewat doa menemani ujung- ujung malam yang senyap tak banyak berteman suara riuh yang jadi penyemangat dan pelindungku kecuali bersimpuh Dihadapan - Nya (Allah)."

***

"Seakan Dia mendekap erat takut dan sedihku menjadi tenang dan tentram meski tak berujung temu kembali dengan orang - orang terkasihku dengan  semua rindu yang telah menumpuk teramat berdebu."

***
mutiahmawaddah29
mutiah mawaddahtul maulia

Related Posts

1 comment

  1. bismillah, saran dan kritik masih sangat saya perlukan, silahkan bagi yang ingin mengajukan tema untuk the next puisi :)

    ReplyDelete

Post a Comment

isi disini

Subscribe Our Newsletter