-->

Ads 720 x 90

Label

Search This Blog

Ngopi ! cuci tangan dulu !

sang JUARA DUNIA "LALU MUHAMMAD ZOHRI , Anak Muda Yang Mendunia



Zohri telah mencetak sejarah baru bagi Indonesia karena dialah pertama kalinya Indonesia berhasil memenangkan kejuaraan ini. Dalam kurun waktu 32 tahun, penampilan terbaik atlet Indonesia adalah meraih posisi ke-8 pada tahun 1986.



Pada Kejuaraan Atletik Dunia U-20 2018, tepat usianya 20 tahun, Zohri sukses menjadi sprinter tercepat di dunia dengan rekor 10.18 detik disusul pelari asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison. Pencapaian Zohri merupakan sejarah baru dalam cabang olahraga atletik Indonesia. Sebelumnya, prestasi terbaik atlet Indonesia di Kejuaraan Dunia Atletik Junior nomor lari 100 meter adalah finis kedelapan di babak penyisihan tahun 1986.

Keluarga
 
Laki-laki yang kerap disapa Zohri ini lahir di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 1 Juli 2000. Ia adalah putra ketiga dari pasangan Saeriah dan Lalu Ahmad. Tapi sayangnya. Kedua orangtua Zohri kini telah tiada. Ibunya meninggal saat dia masih duduk di bangku SD, sedangkan sang ayah wafat saat dirinya menginjak usia 17 tahun. Zohri pun tinggal di rumah peninggalan kedua orang tuanya.Ibu Zohri meninggal saat dia masih duduk di bangku SD (SDN 1 Pemenang), sedangkan sang ayah wafat saat dirinya menginjak usia 17 tahun.
Zohri pun tinggal di rumah peninggalan kedua orang tuanya. Semasa hidup, sang ayah selalu mendukung Zohri mengejar mimpinya.Meski pada awalnya Zohri sempat tenggelam karena keraguan untuk terjun ke dunia atlet karena berbagai kecemasan termasuk biaya.
 
Karier Atletik
Zohri pertama mendapatkan tawaran untuk mengikuti kejuaraan saat masih sekolah di SMPN 1 Pemenang pada tahun 2015. Sebetulnya tentang pendidikan sendiri, Zohri tergolong sebagai anak yang malas. Ia bahkan pernah dijemput oleh gurunya agar mau sekolah dan sempat tidak naik kelas sekali. (kalau ini jangan ditiru ya….)




Tapi, hal itu justru berbanding terbalik dengan kemampuanya di bidang olahraga. Zohri pertama mendapatkan tawaran Saat itu ia ditawarkan untuk ikut kejuaraan oleh guru olahraga sekaligus pelatihnya, #Rosida. Untuk mengikuti kejuaraan saat masih sekolah di SMPN 1 Pemenang. Selama keikutsertaannya dalam olimpiade maksudnya O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional)? SMP , Zohri sering menduduki posisi jawara salah satunya yaitu dalam Kejuaraan sprint yang pertama kali diikuti Zohri adalah Kejuaraan Daerah (Kejurda) di Lombok Utara tahun 2015. Zohri diketahui sangat gigih dalam berlatih.Ia bahkan sering latihan dalam keadaan bertelanjang kaki, menyusuri sekitar pantai Gili Trawangan.Salah satunya yaitu dalam ajang Kejuaraan Nasional U-18 dan U-20 di Stadion Atletik Rawamangun. Zohri berhasil menyelasaikan lari 100 meter dalam hitungan waktu 11.18 detik. ajang Kejuaraan Nasional U-18 dan U-20 di Stadion Atletik Rawamangun. Berkat kegigihanny tersebut, Zohri sering menduduki posisi jawara.Sejak itu, namanya pun mulai dikenal.
Seiring berjalannya waktu, kecepatan lari Zohri pun semakin melesat. Dia berhasil mencetak waktu 10.28 detik saat mengikuti Pekan Olahraga Nasonal di Jawa Tengah pada tahun 2017 lalu.

Bakat Lalu Muhammad Zohri memang banyak mengagetkan pecinta Atletik. Salah satunya saat Lalu Muhammad Zohri membuat catatan waktu 10,27 detik di Kejuaraan Nasional antar PPLP se-Indonesia, November 2017 yang sempat membuat panitia tidak percaya, sehingga membuat panitia memeriksa ulang timing system, wind speed, dan jarak trek.
Zohri yang juga merupakan atlet andalan NTB di PON dan disiapkan untuk PON 2020 Papua. Untuk skala nasional, Zohri memang memiliki segudang prestasi. Diantaranya menjadi juara di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) U-18 dan U-20 Rawamangun Jakarta.
Bakat Lalu Muhammad Zohri terpantau oleh pelatih lari jarak pendek pelatnas Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Eni Saeni yang meminta Lalu Muhammad Zohri terbang menuju Jakarta untuk mengikuti pelatnas jelang Asian Games 2018.
“Dengan potensi yang dimiliki, Lalu bisa mencapai 10,00 detik suatu hari nanti. Dia punya faktor genetika yang baik sebagai pelari, dan kecerdasan dalam mempelajari teknik berlari,” ujar Eni suatu waktu.
Karena memiliki potensi besar, Zohri kemudian dipinang PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) untuk memperkuat Timnas Indonesia untuk bertarung dalam perhelatan Kejuaraan Dunia Remaja di Kenya. Ia berhasil menyelesaikan lari 200 meter dalam waktu 21.96 detik dan berhasil membawa pulang medali emas.
Zohri yang tergabung dalam Pelatnas di akhir 2017 ini pun berhasil meraih medali perunggu saat tampil dalam test untuk perhelatan Asian Games 2018. Sedangkan atlet yang meraih medali emas kala itu berasal dari Sri Lanka dengan selisih hanya 0.02 detik dengan Zohri.
Pada ajang Kejuaraan Asia Atletik Junior 2018 di Jepang, Zohri juga berhasil meraih medali emas untuk lari 100 meter dengan catatan waktu 10,27 detik.
Pada Pesta Olahraga Asia 2018, Zohri mencapai final namun finis di urutan ke-7 dengan catatan waktu 10,20 detik dalam nomor lari 100 m. Namun, dia dan rekan-rekan atletnya berhasil memenangkan medali perak di nomor estafet 4×100 m. Zohri merupakan pelari kedua dalam nomor tersebut.
Pada Kejuaraan Atletik Asia 2019, Zohri berhasil meraih medali perak dengan catatan waktu 10,13 detik yang dicapainya pada babak final. Catatan waktu tersebut juga memecahkan rekor nasional lari 100 meter yang sebelumnya dipegang oleh Suryo Agung Wibowo dengan catatan waktu 10,17 detik
Pada Kejuaraan Atletik Dunia U-20 2018 di di TampereFinlandia. Zohri sukses menjadi sprinter tercepat di dunia dengan rekor 10.18 detik  sebenarnya bukan atlet yang diunggulkan pada nomor bergengsi tersebut. Dia tampil mewakili Asia setelah menang pada Kejuaraan Asia U-20 yang berlangsung Juni lalu. Saat itu, pria kelahiran 1 Juli 2000 tersebut hanya mampu mencatat waktu terbaik, 10.27 detik.
Namanya mulai diperhitungkan saat di babak semifinal berhasil menempati urutan kedua di belakang atlet AS, Anthony Schwartz dengan catatan waktu 10.24 atau 0.05 lebih lambat.
Di babak final, Zohri menempati lintasan nomor 8. Saat pistol start diletuskan, Zohri pun segera melesat dan bersaing ketat dengan Monareng serta Schwartz. Zohri akhirnya berhasil finis pertama mengungguli kedua pelari asal Negeri Paman Sam tersebut. Zohri telah mencetak sejarah baru bagi Indonesia karena dialah pertama kalinya Indonesia berhasil memenangkan kejuaraan ini. Dalam kurun waktu 32 tahun, penampilan terbaik atlet Indonesia adalah meraih posisi ke-8 pada tahun 1986.
Lalu Muhammad Zohri juga berhasil mencatatkan waktu 10,15 detik di semifinal dan kemudian dipertajam menjadi 10,13 detik di final saat merebut medali perak dalam ajang yang berlangsung di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar, 22 April 2019 lalu.
Dengan adanya prestasi tersebut, Zohri berhasil memecahkan rekor Suryo Agung saat tampil di semifinal Kejuaraan Atletik Asia 2019.
Perjuangan Zohri di cabang lari tak sia-sia. Dari daerah pelosok, ia pun menjadi pelari Indonesia tercepat dunia.
Ini tentu kabar baik bagi Indonesia, karena Lalu Muhammmad Zohri barulah berusia 18 tahun. Lalu berhasil meraih emas pada nomor lari 100 meter.
Tak tanggung tanggung, Lalu berhasil memecahkan rekor nasional lari 100 meter U-20 dengan catatan waktu 10,18 detik. Komentator pada lomba tersebut menyebut jika peristiwa ini adalah sejarah besar dalam lari 100 meter final. Dalam akun twitter IAAF bahkan menuliskan, “Lalu Muhammad Zohri becomes the First Indonesian ever to win any medal of any kind at these championships”.
Dalam 32 tahun sejarah Kejuaraan Dunia Atletik U-20 IAAF, penampilan terbaik seorang atlet Indonesia adalah finis kedelapan di 100 meter heat pada edisi perdana 1986. dan Lalu Muhammad berhasil menghapus catatan tersebut.
Sebenarnya tidak hanya menjadi atlet Indonesia pertama yang menjuarai kejuaraan dunia tersebut, tetapi juga menjadi atlet Asia Tenggara pertama yang menjadi juara di kejuraan dunia atletik tersebut.

Demikian perjalanan anak muda Indonesia yang berbakat, di barengi doa serta kerja keras berlatih . inti pada kisah Zohri adalah selalu bekerja keras, dan setiap anak punya potensi tersendiri berupa bakat yang perlu diasah, dilatih. Sekalipun pernah di beri label ”Malas”. 
Tetap berlatih....

berikut aksi video Zohri pada  Kejuaraan Dunia Atletik U-20 IAAF
selamat menyaksikan..


Semoga bermanfaat…


Sumber:







Related Posts

15 comments

  1. Materi ini sangat jelas dan mudah dipahami karena artikel ini banyak sekali atletik-atletik belum kita ketahui sejarah-sejarahnya. Yaitu:

    Laki-laki yang kerap disapa Zohri ini lahir di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 1 Juli 2000. Ia adalah putra ketiga dari pasangan Saeriah dan Lalu Ahmad. Tapi sayangnya. Kedua orangtua Zohri kini telah tiada.Ibunya meninggal saat dia masih duduk di bangku SD, sedangkan sang ayah wafat saat dirinya menginjak usia 17 tahun. Zohri pun tinggal di rumah peninggalan kedua orang tuanya.Ibu Zohri meninggal saat dia masih duduk di bangku SD (SDN 1 Pemenang), sedangkan sang ayah wafat saat dirinya menginjak usia 17 tahun.

    Zohri pertama mendapatkan tawaran untuk mengikuti kejuaraan saat masih sekolah di SMPN 1 Pemenang pada tahun 2015. Sebetulnya tentang pendidikan sendiri, Zohri tergolong sebagai anak yang malas.

    Tapi, hal itu justru berbanding terbalik dengan kemampuanya di bidang olahraga. Zohri pertama mendapatkan tawaran Saat itu ia ditawarkan untuk ikut kejuaraan oleh guru olahraga sekaligus pelatihnya, #Rosida.

    Sebenarnya tidak hanya menjadi atlet Indonesia pertama yang menjuarai kejuaraan dunia tersebut, tetapi juga menjadi atlet Asia Tenggara pertama yang menjadi juara di kejuraan dunia atletik tersebut.

    Dari artikel diatas dapat saya ambil bahwa walaupun seorang zohri ditinggalkan kedua orang tuanya dan seorang anak pemalas dulu dan sempat tinggal kelas tapi dalam bidang olahraganya dia menunjukkan bakatnya dibidang olahraga dan sekarang dia jadi atletik nasional maupun internasional ia tetap berusaha dan tidak menyerah.

    ReplyDelete
  2. Sangat bermanfaat

    Kita dapat mengetahui bahwa Zohri sukses menjadi sprinter tercepat di dunia dengan rekor 10.18 detik disusul pelari asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison. Pencapaian Zohri merupakan sejarah baru dalam cabang olahraga atletik Indonesia. Sebelumnya, prestasi terbaik atlet Indonesia di Kejuaraan Dunia Atletik Junior nomor lari 100 meter adalah finis kedelapan di babak penyisihan tahun 1986.

    ReplyDelete
  3. Sangat bermanfaat

    Zohri berhasil mengalahkan pelari asal Amerika Serikat (AS) Anthony Schwartz dan Eric Harrison yang menghabiskan waktu 10,22 detik. Sedangkan Zohri unggul dengan berhasil mencatatkan waktu 10,18 detik dengan percepatan angin searah pelari 1,2 meter/detik.Pencapaian Zohri merupakan sejarah baru dalam cabang olahraga atletik Indonesia. Sebelumnya, prestasi terbaik atlet Indonesia di Kejuaraan Dunia Atletik Junior nomor lari 100 meter adalah finis kedelapan di babak penyisihan tahun 1986.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Semoga Bermanfaat

    Laki-laki yang kerap disapa Zohri sukses menjadi sprinter tercepat di dunia dengan rekor 10.18 detik disusul pelari asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison. Pencapaian Zohri merupakan sejarah baru dalam cabang olahraga atletik Indonesia. Sebelumnya, prestasi terbaik atlet Indonesia di Kejuaraan Dunia Atletik Junior nomor lari 100 meter adalah finis kedelapan di babak penyisihan tahun 1986. Dan hingga saat ini Perjuangan Zohri di cabang lari tak sia-sia. Dari daerah pelosok, ia pun menjadi pelari Indonesia tercepat dunia.

    ReplyDelete
  6. artikel ini sangat bermanfaat

    bahwa Zohri sukses menjadi sprinter tercepat di dunia dengan rekor 10.18 detik disusul pelari asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison. Pencapaian Zohri merupakan sejarah baru dalam cabang olahraga atletik Indonesia. Sebelumnya, prestasi terbaik atlet Indonesia di Kejuaraan Dunia Atletik Junior nomor lari 100 meter adalah finis kedelapan di babak penyisihan tahun 1986.

    ReplyDelete
  7. Artikel ini sangat bermanfaat bagi pembacanya


    Bakat Lalu Muhammad Zohri memang banyak mengagetkan pecinta Atletik. Salah satunya saat Lalu Muhammad Zohri membuat catatan waktu 10,27 detik di Kejuaraan Nasional antar PPLP se-Indonesia, November 2017 yang sempat membuat panitia tidak percaya, sehingga membuat panitia memeriksa ulang timing system, wind speed, dan jarak trek.
    Zohri yang juga merupakan atlet andalan NTB di PON dan disiapkan untuk PON 2020 Papua. Untuk skala nasional, Zohri memang memiliki segudang prestasi. Diantaranya menjadi juara di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) U-18 dan U-20 Rawamangun Jakarta.

    ReplyDelete
  8. Artikel ini sangat membantu dan bermanfaat

    Bakat Lalu Muhammad Zohri memang banyak mengagetkan pecinta Atletik. Salah satunya saat Lalu Muhammad Zohri membuat catatan waktu 10,27 detik di Kejuaraan Nasional antar PPLP se-Indonesia, November 2017 yang sempat membuat panitia tidak percaya, sehingga membuat panitia memeriksa ulang timing system, wind speed, dan jarak trek.
    Zohri yang juga merupakan atlet andalan NTB di PON dan disiapkan untuk PON 2020 Papua. Untuk skala nasional, Zohri memang memiliki segudang prestasi. Diantaranya menjadi juara di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) U-18 dan U-20 Rawamangun Jakarta.

    ReplyDelete
  9. Sangat bermanfaat
    Bakat Lalu Muhammad Zohri memang banyak mengagetkan pecinta Atletik.Laki-laki yang kerap disapa Zohri sukses menjadi sprinter tercepat di dunia dengan rekor 10.18 detik disusul pelari asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison. Pencapaian Zohri merupakan sejarah baru dalam cabang olahraga atletik Indonesia.Dan hingga saat ini Perjuangan Zohri di cabang lari tak sia-sia. Dari daerah pelosok, ia pun menjadi pelari Indonesia tercepat dunia.

    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. Artikel di ini sangat bermanfaat dan mudah di pahami tentang sejarah sejarah Atletik yang tidak kita ketahui.

    Muhammad Zohri meraih medali emas dan menjadi juara dunia pada Kejuaraan Dunia Atletik Junior 2018 yang berlangsung di Tampere, Finlandia tanggal 11 Juli 2018. Dengan catatan waktu 10,18 detik, Zohri mengalahkan dua pelari Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison. Kedua pelari Amerika Serikat ini menempati peringkat kedua dan ketiga yang sama-sama memiliki catatan waktu 10,22 detik. Catatan waktu Zohri ini sekaligus memecahkan rekor nasional junior atas namanya sendiri yakni 10,25 detik.

    Pencapaian Zohri merupakan sejarah baru dalam cabang olahraga atletik Indonesia. Sebelumnya, prestasi terbaik atlet Indonesia di Kejuaraan Dunia Atletik Junior nomor lari 100 meter adalah finis kedelapan di babak penyisihan tahun 1986.

    Pada ajang Kejuaraan Asia Atletik Junior 2018 di Jepang, Zohri juga berhasil meraih medali emas untuk lari 100 meter dengan catatan waktu 10,27 detik.

    Pada Pesta Olahraga Asia 2018, Zohri mencapai final namun finis di urutan ke-7 dengan catatan waktu 10,20 detik dalam nomor lari 100 m.[8] Namun, dia dan rekan-rekan atletnya berhasil memenangkan medali perak di nomor estafet 4×100 m.

    Pada Kejuaraan Atletik Asia 2019, Zohri berhasil meraih medali perak dengan catatan waktu 10,13 detik yang dicapainya pada babak final. Catatan waktu tersebut juga memecahkan rekor nasional lari 100 meter yang sebelumnya dipegang oleh Suryo Agung Wibowo dengan catatan waktu 10,17 detik

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. Artikel ini sangat bermanfaat dan mudah dipahami serta menambah wawasan kita tentang dunia olahraga terutama pada cabang atletik.

    Kita dapat mengetahui bahwa Muhammad Zohri meraih medali emas dan menjadi juara dunia pada Kejuaraan Dunia Atletik Junior 2018 yang berlangsung di Tampere, Finlandia tanggal 11 Juli 2018. Dengan catatan waktu 10,18 detik, Zohri mengalahkan dua pelari Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison. Kedua pelari Amerika Serikat ini menempati peringkat kedua dan ketiga yang sama-sama memiliki catatan waktu 10,22 detik. Catatan waktu Zohri ini sekaligus memecahkan rekor nasional junior atas namanya sendiri yakni 10,25 detik. Lalu Muhammad Zohri juga berhasil mencatatkan waktu 10,15 detik di semifinal dan kemudian dipertajam menjadi 10,13 detik di final saat merebut medali perak dalam ajang yang berlangsung di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar, 22 April 2019 lalu.
    Dengan adanya prestasi tersebut, Zohri berhasil memecahkan rekor Suryo Agung saat tampil di semifinal Kejuaraan Atletik Asia 2019. Perjuangan Zohri di cabang lari tak sia-sia. Dari daerah pelosok, ia pun menjadi pelari Indonesia tercepat dunia. Tak tanggung tanggung, Muhammad Zohri lalu berhasil memecahkan rekor nasional lari 100 meter U-20 dengan catatan waktu 10,18 detik. Sebelumnya prestasi terbaik atlet Indonesia di Kejuaraan Atletik Junior nomor lari 100 meter adalah finish kedelapan di babak penyisihan tahun 1986, lalu Muhammad Zohri berhasil menghapus catatan tersebut. Sebenarnya Muhammad Zohri tidak hanya menjadi atlet Indonesia pertama yang menjuarai kejuaraan dunia tersebut, tetapi juga menjadi atlet Asia Tenggara pertama yang menjadi juara di kejuraan dunia atletik tersebut.

    ReplyDelete
  14. Sangat bermanfaat, artikel ini dapat menambah wawasan dan juga kita bisa mengetahui keberhasilan Zohri merebut emas lari 100 meter.Pencapaian Zohri ini dilaporkan merupakan sejarah baru dalam dunia atletik Indonesia, kata seorang pejabat Indonesia. Sebelumnya, Indonesia mencatatkan prestasi terbaik di nomor lari 100 meter pada kejuaraan yang sama di tahun 1986. Ketika itu, atlet Indonesia berhasil mencapai finis kedelapan di babak penyisihan. Terhadap prestasi Zohri ini, Puan Maharani mengharapkan prestasi yang diraih Zohri makin memicu semangat para atlet cabang olahraga atletik untuk mencapai prestasi terbaik di Asian Games 2018.

    ReplyDelete
  15. Atrikel ini sangat bermanfaat untuk dipelajari saat pandemi saat ini dan menambah wawasan kita mengenai atletik.

    Muhammad Zohri dulunya adalah anak yang sangat pemalas.Lalu Muhammad Zohri memang banyak mengagetkan pecinta Atletik. Salah satunya saat Lalu Muhammad Zohri membuat catatan waktu 10,27 detik di Kejuaraan Nasional antar PPLP se-Indonesia, November 2017 yang sempat membuat panitia tidak percaya, sehingga membuat panitia memeriksa ulang timing system, wind speed, dan jarak trek.
    Zohri yang juga merupakan atlet andalan NTB di PON dan disiapkan untuk PON 2020 Papua. Untuk skala nasional, Zohri memang memiliki segudang prestasi. Diantaranya menjadi juara di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) U-18 dan U-20 Rawamangun Jakarta.
    Bakat Lalu Muhammad Zohri terpantau oleh pelatih lari jarak pendek pelatnas Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Eni Saeni yang meminta Lalu Muhammad Zohri terbang menuju Jakarta untuk mengikuti pelatnas jelang Asian Games 2018.

    Perjuangan Zohri di cabang lari tak sia-sia. Dari daerah pelosok, ia pun menjadi pelari Indonesia tercepat dunia.
    Ini tentu kabar baik bagi Indonesia, karena Lalu Muhammmad Zohri barulah berusia 18 tahun. Lalu berhasil meraih emas pada nomor lari 100 meter.
    Tak tanggung tanggung, Lalu berhasil memecahkan rekor nasional lari 100 meter U-20 dengan catatan waktu 10,18 detik. Komentator pada lomba tersebut menyebut jika peristiwa ini adalah sejarah besar dalam lari 100 meter final.

    Muhammad Zohri Sebenarnya tidak hanya menjadi atlet Indonesia pertama yang menjuarai kejuaraan dunia tersebut, tetapi juga menjadi atlet Asia Tenggara pertama yang menjadi juara di kejuraan dunia atletik tersebut.

    ReplyDelete

Post a Comment

isi disini

Subscribe Our Newsletter