-->

Ads 720 x 90

Label

Search This Blog

Ngopi ! cuci tangan dulu !

SOFTBALL Teknik Dasar Bermian Softball (Lanjutan)

Olaharaga yang satu memang tidak populer di Indonesia, hanya sebatas di kota kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan kota besar lainnya.
Olehnya itu sebagai upaya untuk menperkenalkan dan sekaligus mengetahui olahraga permainan ini. Dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan  (PJOK)., masuk dalam Permainan Bola Kecil. Karena terbatasnya literatur dan informasi tentang olahraga Softball,  dan ditambah dengan minimnya fasilitas di sekolah-sekolah itu juga terjadi pada kurangnya lapangan untuk permainan ini, termasuk di prov. Sulawesi Selatan. Apalagi di daerah daerah  tidaka ada lapangan khusus untuk permainan ini
Sebagai lanjutan materi  Softball yang pernah di bahas sebelumnya, kali ini kembali di bahas sebagai lanjutan materi lalu .
gambar: lapangan softball

Selamat belajar…!
            Taktik adalah suatu usaha atau siasat dari sautu regu yang diterapkan dalam perundingan dengan tujuan untuk memperoleh kemenangan. Taktik dapat dilakukan secara individu, perorangan ataupun dalam bentuk kerjasama dalam suatu kelompok dari tim yang bertanding.
            Taktik perorangan adalah keterampilan yang dimiliki secara perorangan yang dapat diterapkan dalam pertandingan. Keberhasilan atau kegagalan yang terjadi dalam satu tim tergantung dari penerapan keterampilan dan kerjasama dalam pertandingan. Dalam permainan softaball dikenal dua jenis taktik, yaitu : taktik penyerangan dan taktik pertahanan.
a. Taktik Penyerangan (Offensive Strategy)
            Taktik penyerangan dalam bermain softball adalah siasat yang dipergunakan oleh regu yang mendapat giliran memukul, secara individu atau kelompok untuk menyerang lawan dan berusaha memperoleh nilai dan kemenangan dalam pertandingan.
            Untuk menentukan strategi harus dibicarakan sebelumnya antara tim manager, pelatih dan pemain. Adapun pelaksanaannya dikoordinir oleh dua orang base coach yang menempatkan diri dekat dengan base 1 dan base 3, pada saat tim mendapat giliran memukul.
            Tugas base coach adalah memberikan tanda-tanda/isyarat atau perintah kepada pemukul atau pelari base yang akan menuju base di depannya dan base yang ditinggalkan agar dapat selamat serta memperoleh nilai. Base coach yang berdekatan dengan base 1 memberi petunjuk kepada pelari pada base 1 sampai dengan datang ke base 2 dan saaat meninggalkan base 2. Adapun base coach pada base 3, memberi petunjuk dan perintah sejak datang ke base 3 sampai ke home plate/home base.
            Taktik penyerangan yang sering digunakan oleh pemain adalah sebagai berikut.
1) Pukulan Tanpa Ayunan (Sacrifice Bunt)
a) Sacrifice bunt adalah usaha batter melakukan pukulan ke arah first base, pitcher atau third base, untuk membantu pelari menuju base di depannya. Jika ada pelari pada base pertama agar dapat mencapai base 2, batter mengarahkan pukulan ke arah base 1. Dengan demikian memaksa penjaga base 1 mengejar bola bunt tersebut, dengan harapan terpancing mematikan pelari yang terdekat (batter), sehingga pelari pada base 1 dan base 2 dapat selamat mencapai base berikutnya.
b) Apabila ada pelari pada base 1 dan base 2, maka bunt diarahkan pada base 3. Sehingga third baseman terpaksa memungut bola dengan harapan tidak terjadi force play ataupun double play. Dengan demikian pelari pada base 1 dan base 2 dapat selamat mencapai base berikutnya.

2) Pukul Dan Lari (Hit and Run)
            Hit and run adalah siasat yang dilakukan oleh batter untuk membantu agar base runner dapat maju beberapa base di depannya dengan selamat. Taktik ini dilakukan apabila: ada pelari di base 1 atau ada pelari di base 1 dan 2. Keuntungan hit and run adalah memungkinkan tidak terjadiya out dapat membantu mencapai base di depannya. Pemain yang melakukan hit and run sebaiknya seorang yang dapat mengontrol pukulan dan dilakukan dengan swing, menerobos suatu celah antara pemain. Sebaliknya hasil pukulan bola gulir (ground ball).
            Jika hanya ada satu pelari ada base 1, melakukan stealing ke base 2. Dengan demikian penjaga base 2 terpengaruh kembali ke base 2, meninggalkan posisi semula. Batter memukul ground ball ke arah posisi jaga yang ditinggalkan second baseman. Setelah pelari selamat mecapai base 2, langsung melanjutkan lari menuju base 3, sedangkan batter berusaha mencapai base 1.
            Taktik hit and run dapat dipergunakan dalam situasi tim oleh unggul satu angka dan sebelum terjadi dua out, jangan dilakukan jika telah terjadi dua out. Hit and run dikatakan berhasil jika dapat menyelamatkan pelari dari base 1 mencapai base 3. Kemudian atas bantuan batter berikutnya dapat mencapai home base dengan selamat.
3) Mencuri Base (The Steal)
            The steal adalah siasat yang dilakukan oleh pelari di base. Keberhasilan siasat ini dipengaruhi kecepatan dan kejelian pelari melihat pelepasan bola dari pitcher. Dengan segera melompat meninggalkan base, di samping itu ditunjang kemampuan sliding untuk meraih base yang dituju. Dipihak lain steal akan berhasil lebih baik dengan bantuan batter mengganggu catcher, sehingga bola yang dilepas oleh pitcher tidak tertangkap oleh catcher.
            Mencuri base dapat dilakukan oleh lebih dari satu orang antara lain:
a) Single steal, yaitu jika hanya ada satu orang pelari yang melakukan stealing dari satu base ke base berikutnya waktu pitcher melakukan pitching.
b) Double steal, yaitu jika terdapat dua pelari pada dua base melakukan stealing. Misalnya sesorang pada base 1, yang lain pada base 3 atau masing-masing stealing pada base 2 dan 3. Stealing tidak bermanfaat jika tim ketinggalan lebih dari satu angka, telah mati 2. Hal ini perlu dipertimbangkan mengingat risiko pelari stealing, kemungkinan dimatikan lebih besar.
4) Pukulan Melayang (Sacrifice Fly)
            Teknik ini sangat tepat dilakukan pada saat pertandingan berlangsung ketat. Hal ini dilakukan sebelum terjadi dua mati atau selisih nilai tidak lebih dari 2, ada pemain pada base 3, atau base 2 dan base 3. Sacrifice fly harus dilakukan oleh seorang batter yang baik, karena harus memukul bola melambung ke arah outfielder.
            Demikian bola dipukul jauh dan melambung ke arah outfielder, pelari pada base bersiap meninggalkan base. Jika kemungkinan bola tidak tertangkap fielder, pelari dapat langsung meuju base di depannya/home. Akan tetapi, jika diperkirakan bola dapat ditangkap oleh outfielder, pelari siap berada di base, bersamaan dengan bola menyentuh glove penjaga, langsung lari secepatnya mencapai base di depannya. Dengan demikian batter out tetapi dapat memasukkan pelari.  
b.taktik pertahanan (deffensive strategy)
Pada dasarnya strategi pertahanan adalah siasat atau usaha dari regu penjaga lapangan untuk bertahan mematahkan atau menangkis serangan lawan, dengan jalan mematikan pelari, ataupun batter, agar tidak dapat maju ke base di depannya dan tidak memperoleh nilai.
Setiap pemain regu lapangan harus memahami beberapa hal antara lain :
1) Sebagai pemain penjaga lapangan harus selalu siap, waspada, pandai menganalisa kemungkinan yang terjadi sebelum permainan atau dilakukan pitching. Di samping itu, harus mengetahui situasi permainan pada saat sedang berlangsung seperti: keadaan nilai, hitungan ball dan strike, jumlah out, inning ke berapa, kekuatan dan kelemahan lawan serta ciri-ciri batter maupun runner.
2) Sebagai pemain penjaga lapangan, harus mengetahui akibat yang mungkin terjadi dari tindakan yang dilakukan.
3) Sebagai pemain penjaga lapangan, harus pandai menempatkan posisi penjaga, melakukan tangkapan, terampil dan cepat mengambil untuk melempar keras dan tepat terhadap sasaran yang dituju. Komponen tersebut harus dapat dilakukan terkoordinasi dengan baik, dengan gerak yang kontinu, cepat dan berlangsung secara wajar.
Perlu diketahui oleh penjaga lapangan jangan terlalu boros melakukan lemparan tanpa tujuantertentu, apabila kemungkinan mematikan lawan sangat kecil. Hal ini sangat penting, di samping lemparan kurang berarti atau jika terjadi error, dapat mengakibatkan yang fatal, menguntungkan regu lawan. Di pihak lain dapat menimbulkan kelelahan, sehingga dalam melakukan tangkapan ataupun lemparan bola kurang terkontrol, dan pihak lawan akan mendapatkan keuntungan.
c. posisi penjagaan
            sistem penjagaan pada dasarnya terdiri atas tiga macam antara lain: deep position, close position dan medium position. Berikut ini akan diuraikan beberapa strategi pertahanan antara lain:
1) Menguasai Pelari (Run Down)
            Strategi yang pertama adalah masing-masing pemain menjaga pelari agar tidak dapat melanjutkan pada base di depannya. Bentuk strategi ini, agar lebih menarik perhatian, dibuat suatu permainan melempar. Memburu atau mengejar adalah cara yang terbaik untuk mematikan batter sebelum mencapai base pertama, sedangkan melempar dilakukan jika posisi pemain terlalu jauh dan tidak mungkin untuk dikejar. Tekankan pada pemain untuk menguasi pelari yang sedang menuju base. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut ini.
a) lemparan di atas kepala pelari
Demonstrasikan kepada pemain cara melempar di atas kepala pelari, untuk menjaga atau mematikn pelari agar tidak dapat menuju base di depannya. Tekankan kepada pemain bahwa strategi ini merupakan latihan (a dan b) dikerjakan untuk menekan atau mengontrol pemain penyerang tidak melanjutkan lari dan mematikan pemain sebelum mencapai base.
b) lemparan pada posisi central
kadang-kadang pada pemain tidak harus melempar di atas kepala pelari, tetapi dapat melemparkan ke posisi central (tengah). Demikian juga ke base 2 atau kepada pitcher, untuk mencegah pelari melanjutkan ke base berikutnya.  Contoh, jika bola dipukul ke daerah out fielder, pelari berada di base 2 akan menuju base 3, jalan yang terbaik bola dilempar pada third baseman, second baseman atau pitcher.
2) mematikan dengan pasti
            Strategi membuat mati dengan pasti lebih baik dilakukan daripada mencoba-coba mematikan pemain lain yang belum tentu. Contoh, apabila ada lebih dari satu pemain bergerak bersama akan menuju base di depannya atau membuat nilai, ketika ada pelari pada base 1 dan base 3, bola dipukul ke arah short stop. Adapun pelari yang menuju home plate lebih sukar dimatikan. Oleh karena itu, lebih mudah mematikan pelari pada base 2.
3) mematikan lebih dari Satu
            Strategi pertahanan yang terakhir adalah mencoba mematikan lebih dari seorang pemain. Untuk mematikan lebih dari seorang pemain merupakan strategi yang sangat penting bagi regu bertahan. Hal ini dilakukan setelah dapat mematikan dengan pasti terhadap pelari. Untuk membuat dua mati (double play) perlu dilakukan dengan proses yang sempurna.
            Proses membuat dua mati adalah sebagai berikut.
1. Pukulan batter yang dapat ditangkap oleh fielder, mengakibatkan batter out. Kemudian bola dilemparkan pada base yang telah ditinggalkan oleh pelari untuk dibakar. Pelari tersebut out ataupun dapat dipetik dengan mencegat pelari sebelum mencapai base yang ditinggalkan.
2. Second baseman atau short stop dengan memegang bola dapat menyentuh base 2 mematikan pelari terpaksa dari base 1. Kemudian bola dilempar ke base 1 untuk mematikan batter.
3. Jika dalam keadaan base penuh pelari (full base), fielder melempar bola kepada catcher membakar home plate, mematikan pelari terpaksa dari 3. Kemudian penjaga melemperkan bola ke base lainnya untuk mematikan pelari terpaksa yang menuju base tersebut.
4) Mati Terpaksa (Force out)
            Force out terjadi jika penjaga lapangan dengan membawa bola dapat menyentuh base, sebelum pelari yang terpaksa tersebut dapat mencapai base yang dituju. Force out dapat dilakukan oleh setiap fielder atau pemain yang bertanggung jawab menjaga base, untuk membakar base sebelum pelari yang terpaksa dapat mencapai base tersebut.
5) Menjaga Pukulan Menahan (Bunt)
            Menjaga pukulan pelan serta pendek (bunt) yang dilakukan oleh batter adalah suatu hal yang lebih sulit. Oleh karena bunt bolanya tidak bergulir jauh, terpaksa penjaga lapangan mengejar bola, dan base ditinggalkan tanpa dijaga. Adapaun pelari memiliki lebih banyak waktu untuk mencapai base yang dituju. Selain itu, penjaga lapangan sering melempar tergesa-gesa dan kurang tepat, sehingga harus dibantu oleh penjaga yang lain dengan berlari di belakang bagian infield. Tentukanlah secara tegas pemain yang akan membantu atau yang bertanggung jawab mengambil bola agar tidak terjadi kebingunan di antara pemain. Oleh karena itu, perlu diatur strategi dari posisi pemain.
a) Posisi pemain 
            Posisi pemain tempat melakukan penjagaan sangat tergantung dari situasi bola hasil pukulan bunt. Bunt biasanya berada dekat di antara home plate dengan daerah lingkaran pitching, atau sepanjang garis salah base 1 ataupun base 3. Oleh karena itu, para pemain perlu bergerak ke depan daerah tersebut untuk mengantisipasi bunt. Kesukaran menjaga bunt akan bertambah jika bola dipukul ke arah sepanjang garis salah.
            Jika pemain masih merasa ragu untuk menentukan apakah bola ke luar atau berada di dalam lapangan, anjurkan pada pemain jangan menyentuh bola ke luar lapangan. Apabila bola berhenti secara pasti di dalam lapangan, jagalah dan ambil bola untuk mencoba mematikan pelari secara pasti. Ketika situasi bola bunt bergerak, first baseman dan third baseman maju mendekat ke mana serangan bunt. Mereka bergerak di sepanjang garis salah dan berhenti, untuk dapat mengamati dan memutuskan gerak arah bola di dalam atau di luar garis salah.
            Pitcher dan catcher juga mempunyai tanggung jawab terhadap bola yang di-bunt. Pitcher menutup lapangan daerah di depan lingakaran pitching dan catcher menutup di daerah tengah di depan home plate. Oleh karena first baseman dan third baseman bergerak ke dalam, maka short stop dan second baseman harus menjaga base masing-masing. Jika tidak ada pelari di base 2, short stop bergerak menuju base 2, dan second baseman bergerak menuju base 1.
            Pada saat pelari pada base 2, tujuannya menahan dan mencegah pelari bergerak menuju base 3. Pada situasi ini, short stop menutup base 3 agak dekat dengan base 2.
b) Menguasai bola bunt
            Untuk menjaga bola bunt biasanya dilakukan lebih dari satu pemain. Untuk menghindari kebingunan, prioritaskan salah satu sistem yang akan digunakan. Sistem ini memprioritaskan kepada siapa pemain yang pertama mendapatkan bola, tergantung situasi bola. Ketika bunt dilakukan ke suatu daerah, maka pemain yang berada pada posisi tersebutlah yang bertanggung jawab menjaga bunt. Sebelum terjadi pukulan bunt sebaiknya sudah ditentukan seorang pemain yang akan mengambil bola sambil berteriak “saya”. Adapun pemain lain menjauhi bola tersebut untuk memberi kesempatan menangkap.
6) Cara menjaga bola lambung
            Bola melambung biasanya menyilang ke beberapa posisi, sehingga harus lebih dari satu pemain untuk penjaga bola. Pada saat bola dipukul ke salah satu daerah yang diperkirakan mudah ditangkap oleh salah seorang penjaga, maka untuk menghindari keraguan tentukan pemain mana yang harus mengambil bola. Tim tersebut perlu menentukan siapa yang harus menangkap bola tersebut.
            Pelaksanaan cara menjaga bola lambung adalah sebagai berikut.
a)      Ketika pukulan bola lambung mengarah ke sebelah kanan atau kiri centre field, centre field memiliki prioritas tanggung jawab pada out fielder (lihat gambar A)
b)      Gerak arah bola lebih mudah ditangkap sambil lari ke depan daripada mundur, karena itu outfielder mempunyai prioritas daripada infielder (lihat gambar B)
c)      Karena pitcher dan catcher biasanya tidak dalam posisi yang baik, untuk menjaga infield fly rute, maka pemain lain memiliki prioritas daripada pitcher dan catcher (lihat gambar  C)
d)      Second baseman dan short stop berdiri pada posisinya dan menjaga bola lambung antara base 1 dan base 3 daripada first baseman dan third baseman. Oleh karena itu, ketika bola dipukul melambung antara base 1 dan base 3, diprioritaskan untuk second baseman dan short stop (lihat gambar D)
e)      Catcher memiliki prioritas bola hasil pukulan lambung dekat dengan home plate (lihat gambar E)
f)       Oleh karena gerak lanjutan pitcher membuat sukar untuk bergerak menangkap bola melambung, maka pitcher akan membantu menangkap bola lambung yang tiba-tiba jika diperlukan (lihat gambar F)
7) Menjaga Mencuri Base (Steal)
            Melakukan steal pada permainan softball dibenarkan setelah bola lepas dari pitcher. Jika bola belum lepas dari pitcher. Jika bola belum lepas dari pelari dinyatakan out. Walaupun demikian para pemain akan mencoba mencuri base. Oleh karena itu, catcher dan penjaga lapangan lainnya harus beraksi cepat. Apabila terjadi mencuri base, yang harus dilakukan adalah: (1) bergerak ke arah base dan (2) menyebutkan “Steal”.
8) Menyambung/Meneruskan (Relays Ball)
            Ketika bola dipukul berada pada daerah outfield, cara yang paling baik untuk melemparkan kembali ke daerah infield adalah melakukan relay dengan beberapa pemain. Relay bola adalah hal yang paling mudah dipelajari oleh pemain. Setelah menerima bola lemparan dari outfield, kemudian dilemparkan ke infield. Relay bola ke home plate. Bola yang dipukul terlalu jauh di outfield, beberapa pemain melakukan relay untuk melempar ke home plate. Pada situasi demikian yang netral dari tanggung jawab bergerak pada posisi untuk menerima bola dan melakukan relay terhadap bola tersebut.
9) Memotong Bola (Cut off the Ball)
            Kadang-kadang lemparan bola perlu dipotong di tengah jalan sebelum mencapai sasaran. Contoh: jika ada pelari yang akan membuat nilai, sebelum bola diterima oleh catcher bola dipotong (ditangkap) oleh pemain lain di depan home plate. Memotong lemparan berguna juga untuk mematikan pelari yang berusaha mencapai base di depannya.
            Posisi memotong bola kira-kira 3 meter dari base. Lemparan sering dipotong pada base ketiga dan home plate. Untuk melempar ke base 3, bola akan dipotong oleh short stop dan arah bola ke home plate akan dipotong oleh pitcher.
10) Mematikan Dua Pelari (Double Play)
            Double play adalah membuat dua pemain mati dalam satu rangkaian permainan. Double play terjadi ketika short stop dan second baseman bekerja sama dapat mematikan pelari secara terpaksa pada base 2. Kemudian melemparkan bola kepada first baseman untuk mematikan batter. Situasi ini dapat terjadi apabila: (1) ada pelari pada base 1 dan (2) batter memukul memaksa pelari menuju base 2.
a)      Menjaga base dua
Second baseman dan short stop bekerja sama untuk menutup base 2. Second baseman menutup base 2, ketika bola diambil oleh short stop atau third baseman. Short stop menjaga base 2 ketika bola dijaga oleh second baseman atau first baseman. Jika pitcher mengambil bola, pemain yang memiliki posisi terdekat dengan base 2 akan bergerak menjaganya.
b)      Membuat dua mati
Untuk membuat dua pemain mati dapat dilakukan sebagai berikut.
(1)   Pemain melempar bola dengan lempar bawah kepada pemain lain yang akan menutup base (lihat gambar A)
(2)   Setelah menangkap bola, pemain tersebut melangkah dan menyentuh base. Selanjutnya melempar bola ke base 1 atau base lain yang ada pelari terpaksa, dengan tepat (lihat gambar B dan C)

Demikian pembahasan ini, semoga bermanfaat …

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter