-->

Ads 720 x 90

Label

Search This Blog

Ngopi ! cuci tangan dulu !

TERKURUNG DALAM NUANSA KERINDUAN

       Sebuah pertemuan dan perpisahan bukan ada karena adanya kesepakatan atau janjian. tapi setiap jeda yang masih bisa saling berbalik untuk mengingatkan bukankah benar untuk berfikir kembali lantas mengapa pertemanan harus dihentikan sedangkan awan saja belum pernah saling membenci kepada bumi, dan kepada pelangi yang bersabar mananti saat kehadirannya setelah hujan memperlihatkan .

        Mulianya ia ketika di beri gelar dari- Nya bahwa hujan selamanya akan tetap menjadi rahmat. tapi pelangi tidak pernah merasa cemburu kepadanya melainkan memikirkan bagaimana membuat manusianya dibumi tidak bersedih setelah kepergiannya melainkan kerja sama keduanya untuk mengindahkan langit setelah keduanya terjadi agar tertoreh sisa kisah yang mengesankan

       Sekarang coba perlahan sedikit lupakan kesedihan dan bekas kerapuhan untuk sebuah kenyataan sisa menghitung hari kebersamaanpun tak ada yang dapat memastikan seperti apa kenyataan yang mungkin akan membawa dua raga yang menyatu dalam eratnya kebersamaan dalam pertemanannya  ataukah mungkin ada dua kisah untuk orang terkasih yang saling menyayangi secara naluri yang tak tersadarkan bisakah kita menghentikan relungan panggilan  nan bisikan yang mengesankan

akan ada dua raga yang harus siap dalam kesunyian namun tetap berusaha saling menjaga kepercayaan untukmu yang terkurung dalam nuansa kerinduan di ujung penutup hari di saksikan indahnya kedatangan senja seiringan  kedatangannya dari arah pelupuk barat


        Rasakanlah kehangatan cara tuhan menyampaikan bagaimana kau harus mensyukuri kehangatan yang ia kehendaki untuk hadirkan kembali senyuman yang sempat tertutup akan kerapuhan .



DI BALIK MATAHARI TERBENAM ITU AKU SEMPAT MENANTIMU

Cipt ; Muti’ah Mawaddahtul Maulia


Di sudut kesunyian aku mulai terdiam menanti sedikit luka yang mulai sembuh
Saat dia kini datang mulai  memberi ruang akan kasih dan cinta yang bisa membuatku bertahan
Dimana kamu mulai membuka sedikit keraguan untuk sebuah percaya
Tapi bisa kah aku tetap yakin untuk kamu akan selalu ada?

Sempat aku kembali berfikir  kau harus pergi untuk sebuah urusan
Aku bahkan sempat berdoa semoga tak terkunci dalam rasa rindu yang cukup mendalam
Kini kau dan aku adalah dua insan yang ruah saling merindukan
Meski sama – sama jauh  mengungkapkan

Untuk hati yang setengah telah kau bawa pergi ku rasa dari kejauhan
Tolong jaga kepercayaan yang kini tersimpan dalam sebuah asa yang kita rakit bersama
Sore menutup dengan secercah keindahan menampakkan jingga merona yang mengesankan
Sama seperti senyumku yang mungkin kini telah kau rindukan

Bisakah kita tetap menyatu dalam kebersamaan meski ada jarak yang mahir memisahkan
Tenanglah aku adalah sosok sederhana yang selalu menantimu tanpa harapan
Selain kebahagiaan yang kita bangun karena keyakinan untuk saling bertahan
Untuk tidak menghadirkan luka yang menyesatkan

Menjaga kasih yang meyakinkan dua orang untuk saling mempertahankan
Bukan untuk saling mengecewakan bukan untuk sebuah pertengkaran
Biarkan  kita saling menyampaikan rasa kerinduan dengan cara saling mendoakan 

Walau bukan karena sebuah hadiah pertemuan
Aku dan kau akan tetap saja sama selama masih bisa menguatkan
Dua raga yang akan goyah jika ada yang akan menjauhkan
Tapi tetap saja akan saling bertahan kalau memang berhasil saling menjaga karena kasih dan sayang

Tenanglah apapun setiap karang yang akan menerjang
Dibalik matahari itu aku akan jadi sosok yang selalu menantimu
Sampai maut memisahkan bertemankan setiap cinta yang ku tanam dalam padamu
Ditemani senja yang memberi kehangatan untuk menutup hari dengan keindahan

Kepada dua insan yang bisa saling dilanda kerinduan mendalam
Teruntuk kamu yang kini hanya bisa kurindu dari kejauhan
Bertahanlah nanti ada saatnya pertemuan menyatukan kita dalam kebahagiaan
Yang begitu mengesankan

Tolong jangan toreh ini jadi kenangan meyakitkan, dan akan terlupakan
Tapi ingatlah sebagai hal yang paling membahagiakan untuk sesuatu yang tidak akan pernah kau lupakan 


jangan pernah menganggap kisah itu pahit tapi  anggaplah apa yang telah kau jalani sedang ada pada tahap pahit getirnya langkah kakimu bergerak  sulitnya langkahmu bertapak di beberapa persinggahan tapi ingatlah ada Rencana Allah yang selalu mengindahkan penantian dalam kesabaran atau keikhlasan dan merelakan mungkin didepan sana kamu akan merasakan manisnya buah dari apa yang telah berusaha kau lewati pelan - pelan sampai sejauh ini.💛😊


  



Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter