-->

Ads 720 x 90

Label

Search This Blog

Ngopi ! cuci tangan dulu !

POLA PERMAINAN BOLA VOLI


Berikut ini di sajikan pola permainan bola voli sebagai lanjutan materi permaianan bola besar pada pelajaran PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan )
 1.      Pola penyerangan
Berhasil tidaknya suatu penyerangan, sebagian besar bergantung dai pemberian bola pada pemain penyerang yang bersangkutan. Jadi, smash bergantung dari set. Makin cermat set,  makin hebat smashnya. Adapun taktik-taktik individual dari penyrang tak dapat dipisahkan dari cara penyerang itu menghadapi block (bendugan) dan pertahanan posisi. Bahkan sesungguhnya taktik individu dari smash merupakan “akibat” yang tak langsung dari block (bendungan) dan pertahanan lawan.
Seorang penyerang baru dapat menyerang dengan efektif, kalau ia mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
(1)   Kualitas pemberian bola (set)
(2) Block (bendungan) pihak opsisi
(3) Posisi dari pertahanan pihak oposisi (mereka yang bertugas untuk mempertahakan diri biasanya tergolong pemain yang paling lemah dari regu yang bersangkutan)
(4) Kemampuan teknisnya sendiri
(5) Kondisi regunya dan regu lawan
Pola penyerang diartikan memaksa regu lawan bermain menurut keinginan regu yang melakukan penyerangan. Penyerangan harus mamp memipin pertandingan secara aktif dan progresif untuk mematahkan perlawanan regu lawan. Prinsip taktik penyerangan adalah usaha untuk mematikanbola di lapangan lawan dengan jalan apapun yang tidak melanggar peraturan permainan bola voli.

a.     Sistem penyerangan 4 Sm-2 Su (4 smasher dan 2 set-upper)
Komposisi pemainnya sebagai berikut.
a)    Su1 – Su2 = Set-upper ke 1 dan ke 2
b)    Sm1 – Sm4 = Smasher 1,2,3,4
c)    Sm1 dan Sm2 tempatnya harus berlawanan, karena kekuatan kemampuan hampir seimbang dalam produktivitas serangan terhadap lawan
d)    Sm3 lebiha baik dari pada Sm4, sehingga ditugaskan membantu Sm2, yang kemampuan menyerang dan produktivitas kurang dibanding Sm2
e)    Sm4 membantu penyerangan Sm1, sehingga dalam posisi bagaimanapun kekuatan menyerang regu tersebut seimbang dalam putaran permainan
b.     Sistem 4 Sm-1 Su-1U (4 smasher- 1 set upper dan 1 Universaler)
Komposisi pemainnya sebagai berikut.
a)    Sm1 = Smasher terbaik
b)    U dan Su selalu berlawanan posisi dalam pergeseran posisi bagaimanapun
c)    U dapat memberi umpan, tetapi kurang baik dibanding Su, tetapi memiliki kemampuan smash lebih dari pada Su
d)    Sm1 dan Sm3 kemampuan smash lebih baik dibanding Sm2 dan Sm4
c.      Sistem penyerangan 5 Sm-1 Su (5 smasher dan 1 set-upper)
Komposisi pemainnya sebagai berikut.
a)    Su harus bersilang dengan Sm2
b)    Selama Su dalam posisi di depan (tiga tempat) Sm1 atau Sm2 harus ada di posisi depan salah satu untuk dapat diandalkan produktivitas dalam penyerang
c)    Bila Su tidak dapat mengumpan, Sm terdekat dengan bola bertugas sebagai pengumpan
d)    Dalam posisi 5 Sm-1 tugas Su sangat berat
d.     Sistem penyerangan ditinjau dari posisi tempat penyerangan
Komposisi pemainnya sebagai berikut.
a)    Sistem penyerangan dari tepi (posisi 2 dan 4)
b)    Sistem penyerangan dari tengah (posisi 3)
c)    Sistem penyerangan kombinasi tepi dan tengah (posisi 2,3 dan 4)
e.     Kombinasi penyerangan
1)      Switching (tukar tempat)
a.     Arah jalan pemain pada posisi 3 dan posisi 4 saling bersilang pada waktu mereka berdua menuju arah net untuk menyerang
b.     Penyerangan yang berdiri pada posisi 4 berlari secepat mungkin menuju setter untuk melancarakan set yang pendek (dapat juga berbentuk set yang bersudut)
c.      Pemain penyerang dari posisi 3 berlari di belakang penyerang yang berada pada posisi 4, dengan maksud memukul bola jenis set yang ketinggiannya medium (dapat juga mempergunakan shoot set yang cepat, ditujukan pada posisi antara no.4 dan no.3)
d.      Variasi yang paling sedikit risikonya adalah bola yang ketinggian medium, atau bola yang dilambungkan tinggi-tinggi diatas menuju posisi 2
2)    Relay (penyerangan bertubi-tubi)
a.     Ini merupakan bentuk penyerangan yang sulit. Penyerangan yang menempati posisi no. 4 harus memukul bola yang ketinggiannya medium, yang ditempatkan kira-kira satu sampai satu setengah meter di belakang net, di antara posisi no. 4 dan no. 3
b.     Pemain yang menduduki posisi no. 3 loncat kira-kira satu meter dari tempat posisi setter, menyerang dengan menggunakan shoot set  yang cepat
c.      Suatu penyerangan yang aman (tanpa risiko) dengan mempergunakan bola ketinggian medium ditunjukkan keluar merupakan cara penyerangan yang cukup efisien

2.    Pola Pertahanan
Pertahanan merupakan bagian permainan yang harus diperhatikan dengan serius mengingat andilnya yang besar untuk memenangkan pertandingan dalam suatu permainan bola voli. Latihan pertahanan kurang begitu menyenangkan dibandingkan dengan latihan penyerangan bagi para pemain. Padahal pertahanan merupakan basis utama untuk melakukan serangan terhadap regu lawan.
Regu yang dapat mempertahankan diri dengan baik seringkali dapat mengalahkan regu yang dapat menyerang dengan baik. Konsekuensi gerakan dalam jenis permainan mempertahankan diri ini relatif mudah dipelajari. Kepandaian membaca pertandingan tidak dapat dipelajari pada waktu latihan.
Dalam melakukan pertahanan harus memperhatikan tiga tahap, yaitu:
a.     Tahap pertama: posisi permulaan (start)
1)      Kedua kaki terbuka dengan jarak sedikit lebih lebar dari jarak kedua bahu dan lutut ditekuk.
2)    Berat badan bertumpu pada kaki bawah (daerah pergelangan kaki).
3)    Kedua lengan di depan tubuh, ditekuk sedikit di siku.
4)    Kedua lutut didorong sedikit ke depan, lebih jauh sedikit dari letak ujung jari kaki.
b.     Tahap kedua: menerima bola
1)      Pemain mendekatkan kedua belah tangannya sehingga saling sebelah menyebelah, secepat mungkin.
2)    Kalau memungkinkan, bola harus diterima dengan bagian bawah kedua lengan pemain (seperti juga posisi menerima bola dengan gerakan dig).
3)    Semakin cepat laju bola, semakin cekatan pulalah permainan lengan si pemain. Kalau tidak, bola akan melambung tinggi di sisi regu pemain itu.
c.      Tahap ketiga: gerakan akhir (follow through)
Pemain membiarkan kedua lengannya terus melaju mengikuti ayunan lengan, kemudian segera mengambil tempat pada posisinya yang baru dilapangan.
a.     Sistem pertahanan menerima servis 2 : 4
Sistem menerima servis 2 : 4 artinya 4 pemain bertugas untuk menerima servis, sedangakan 2 pemaiin lainnya siap untuk mengumpan dan smash. Sistem ini digunakan bila X6 lemeh menerima servis, sedang X1, X2, X4, X5 sempurna dalam menerima servis.
b.     Sistem pertahanan menerima servis 1 : 5
Sistem menerima servis 1 : 5 artinya 5 pemain bertugas menerima servis, sedangkan 1 pemain bertugas sebagai pengumpan. Sistem ini sekarang sangat popular penggunaannya, karena lebih banyak keuntungannya dari pada sistem 2 : 4
c.      Sistem pertahanan terhadap smash, placing, dan dink
Pembatasan daerah tengah dan belakang adalah garis sejajar dengan jarak garis tengah empat meter. Bendungan dan court defend (pertahanan belakang) memerlukan kerjasama yang tinggi antara blocker dan pemain pertahanan belakang. Dalam suatu pertandingan tidaklah mungkin suatu regu hanya mempergunakan satu sistem, satu pola, dan satu tipe pertahanan, karena problematika yang datang dari regu lawan selalu berubah-ubah.
1)      0 : 3 : 2 dan 1 : 3 : 2
a)    Sistem 0 : 3 : 2 dan 1 : 3 : 2, artinya tanpa block atau block  satu, pertahanan daerah tengah tiga pemain dan pertahanan lapangan belakang dua pemain.
b)    Sistem ini digunakan untuk menghadapi smash lemah, placing, dink dan bola jauh dari net sebelum diserahkan lawan.
2)    Sistem 2 : 1 : 3, 2 : 2 : 2, dan 2 : 0 : 4
a)    Sistem 2 : 1 : 3 artinya, dua blocker, satu pemain pertahanan tengah, dan tiga pemain pertahanan belakang
b)    Sistem 2 : 2 : 2, artinya pemain melakukan block dua orang, pertahanan lapangan tenga dua orang.
c)    Sistem 2 : 0 : 4, artinya dua pemain melakukan block, lapangan bagian tengah tidak ad yang menjaga, sedang daerah belakang dijaga oleh empat pemain.

d.     Sistem pertahanan bola dari pantulan block lawan (cover of smash)
Sesuai dengan perkembangan peraturan, block boleh melewati net (net over) serta perkenaan bola blocker dapat mendahului pukulan smasher lawan, jelaslah kemungkinan bola kembali ke lapangan sendiri setelah melakukan smash sering sekali terjadi dalam permainan. Salah satu ciri keterampilan kematangan dari pemain dalam bermain bola voli dapat dilihat dari pelaksanaan cover of smash ini.
1)      Formasi “cover of smash” serangan posisi 4
2)    Formasi “cover of smash” serangan posisi 3
3)    Formasi “cover of smash” saat regunya mengadakan variasi serangan


Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter