-->

Ads 720 x 90

Label

Search This Blog

Ngopi ! cuci tangan dulu !

SUKSES DENGAN KARAKTER BAIK


Dalam tulisan lalu telah dibahas bagaimana “karakter’ itu dari berbagai aspek.
Berikut ini tulisan ini akan membahas bagaimana konsep dan penerapannya dalam dunia pendidikan.
Salah satu tujuan yang dicapai dalam Kurikulum K13, bagaimana tujuan pendidikan benar benar tercapai, disetiap proses belajar mengajar (PBM), dan setiap prilaku anak didik dimana, kapanpun, situasi dan kondisi, dalam berinteraksi dalam kehidupannya. Harapan besar itulah mendorong terciptanya karakter yang baik atau akhlak mulia, yang dimulai dengan pada berlangsungnya proses belajar mengajar disekolah, tentu jika menjadi pembiasaan akan menjadi budaya hidup baik dalam kehidupan sehari hari anak didik itu sendiri.
Harapan berikutnya adalah pembinaan karakter bukan hanya melulu pada proses administrasi dan prosudural dalam artian hanya semata untuk pemenuhan perangkat pembelajaran dan penilaian semata oleh pendidik, tetapi dalam penerarapannya betul betul menjadi budaya bagi lingkungan sekolah, bukan hanya pada anak didik. Lingkungan sekolah harus tercipta sebagai budaya lingkungan yang berkarakter baik. Dimulai pada pengelola dan Pembina sekolah untuk membuat kebijakan bahwa proses pendidikan dan out put dari pendidikan itu sendiri hendaknya dari karakter baik, dari seluruh segi kehidupan dan proses belajar mengajar. Ibarat rumah “Karakter” inilah menjadi pondasi utama dalam suatu bangunan. Dinding, atap, dan sebagainya tidak terbangun jika tidak dimulai dari pondasi tersebut.
Oleh bangunan itulah dalam pembangunan manusia dalam dunia pendidikan harus berdasar pada pondasi “Karakter”. Dengan karakter kuat, hebat, melahirkan pondasi kuat, hebat, mulia, dan akan berakhir bangunan yang kokoh, indah, yang mampu melindungi dan menangkal hal hal, berupa ancaman, gangguan dari lingkungan dan pengaruh negativ yang bersumber dari era global yang tak kenal waktu dan ruang.

Berikut ini disajikan contoh contoh pembinaan


 Model Pembinaan Karakter

1.      Kegiatan Rutin
Nilai – nilai budaya dan karakter yang dapat dikembangkan

Ø  Religius
Bentuk Pelaksanaan kegiatan
o   Berdoa sebelum dan sesudah pelajaran
o   Setiap pergantian jam pelajaran, siswa memberi salam
o   Melakukan sholat dhuhur secara berjamaah sesuai jadwal yang telah ditentukan
o   Peserta didik diminta mengucapkan salam sebelum dan sesudah kegiatan, jika bertemu dengan guru,
o   Peserta didik dibiasakan mengucapkan terimah kasih, maaf, permisi, dan tolong(budaya setempat menjadi perhatian, karena cara, prilaku karakter tersebut berbeda beda di setiap daerah, suku)
o   Mengetuk pintu sebelum masuk ke dalam ruangan orang lain
o   Meminta izin untuk keluar, dan menggunakan barang orang lain

Ø  Kedisiplinan
Bentuk Pelaksanaan Kegiatan
o   Setiap hari jumat pkl 07.15 - 8.00 seluruh warga sekolah melakukan senam kesegaran jasmani (kegiatan ini membentuk fisik yang kuat, kokoh, dalam rangka menyiapkan diri dalam kegiatan sehari hari yang membutuhkan fisik untuk daya tahan fisik yang bagus, agar tidak gampang sakit, dan tetap bugar dalam kegiatannya)
o   Pkl 07.15 semua peserta didik sudah berada disekolah.siswa pulang sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Bagi siswa yang melanggar diberikan sanksi berupa membersihkan lingkungan sekolah
o   Jam 07.15 semua guru sudah harus berada di sekolah,bagi yang tidak hadir tepat waktu diberi teguran,dan pulang sesuai jadwal, senin – kamis 13.30 , jumat 11.10  dan sabtu 12.00.
o   Pegawai tata usaha pukul 08.00 harus sudah berada disekolah dan pulang pkl 14.00.
o   Bila berhalangan hadir di sekolah, maka harus ada surat pemberitahuan ke sekolah
o   Kerapian dan kebersihan pakaian, kerapian rambut di cek setiap hari oleh seluruh guru diawali guru pada jam pertama,. Siswa yang tidak berpakaian rapi di minta merapikannya dan guru memberi tahu cara berpakaian rapi ( kriteria rapi yaitu baju dimasukkan, atribut lengkap, menggunakan kaos kaki dan sepatu yang telah ditentukan, panjang ukuran rambut tidak boleh kena telinga dan krah baju, apabila menemukan siswa yang tidak sesuai dengan aturan yang diterapkan, maka di minta untuk mencukur rambut dan di beri tenggang waktu tiga hari, dan apabila membandel maka rambut akan dipotong oleh guru/ atau petugas yang di tunjuk oleh sekolah.
o   Mengambil sampah yang berserakan
o   Meminjam dan mengembalikan sendiri buku di perpustakaan
Catatan adalah aspek ini perlu contoh dan suri tauladan dari pendidik dan tenaga kependidikan dalam kegiatan proses pendidikan

Ø  Peduli Lingkungan
Bentuk Pelaksanaan kegiatan :
a.    Lingkungan sekolah bersih
o   Membiasakan anak untuk membuang sampah pada tempatnya
o   Setiap pergantian jam atau pulang sekolah peserta didik melakukan kebersihan dan memungut sampah di sekitar kelasnya didampingi guru yang mengajar, Siswa membuang sampah  kelas di TPS(perlu pembiasaan)
o   Setiap hari jumat pkl 07.15- 08.00 seluruh warga sekolah melakukan Jumat Bersih
o   Mengambil sampah yang berserakan
b.    Kelas Bersih
o    Petugas piket kebersihan kelas secara berkelompok membersihkan kelasnya,strateginya setelah pulang sekolah sesuai daftar piket.
o   Peserta didik menata bangku dan kursi secara individu setiap hari baik sebelum maupun sesudah pembelajaran
o   Melakukan pengamatan kebersihan lingkungan oleh penanggungn jawab lingkungan ( kriteria ditentukan oleh sekolah)
o   Tidak mencoret tembok atau bangku/ kursi/ fasilitas sekolah. Bagi yang mencoret diberi sanksi membersihkan atau mengecet ulang

Ø Peduli Sosial
Bentuk  Pelaksanaan kegiatan :
o   Mengunjungi Panti Asuhan 1 kali dalam 1 tahun, dan membuat laporan kunjungan dilakukan oleh Penguru Osisi
o   Mengumpulkan sumbangan pada momen tertentu, misalnya peserta didik / orang tua siswa meninggal, gempa bumi, kebakaran,banjir dan lain
o   Mengunjungi teman yang sakit
o   Mengumpulkan barang-barang layak pakai di sekolah dan menyumbangkannya pada yang membutuhkan, 1 kali setahun

Ø  Kejujuran
Bentuk pelaksanaan kegiatan:
o   Larangan mencontek pada saat ujian
o   Menyediakan kotak saran dan pengaduan
o   Menyediakan tempat temuan barang hilang
o   Transparansi laporan keuangan sekolah

Ø  Cinta Tanah Air
Bentuk pelaksanaan kegiatan:
o   Menyanyikan lagu kebangsaan dan lagu nasional setiap hari senin dan sebelum pembelajaran di mulai
o   Memajang foto Presiden dan Wakil Presiden serta lambang negara
o   Memajang foto para pahlawan nasional
o   Menggunakan produk buatan dalam negeri
o   Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar(perlu diperhatikan Bahasa lokal/Bahasa daerah, apakah menjadi muatan local atau bagaimana program ini berlangsung, agar jangan kearifan local atau budaya daerah tidak hilang)

2.    Kegiatan Spontan

Ø  Religius
Bentuk pelaksanaan kegiatan:
o   Meminta maaf bila melakukan kesalahan atau pelanggaran
o   Memperingatkan jika tidak mengucapkan salam
o   Memperingatkan peserta didik yang tidak melaksanakan ibadah
Ø  Kedisiplinan
Bentuk pelaksanaan kegiatan :
o   Memperingatkan peserta didik yang datangnya terlambat, bila masih terlambat, maka diwajibkan membersihkan halaman/ WC yang kotor
o   Melerai yang bertengkar
o   Menegur  peserta didik yang tidak berpakaian rapih/rambut yang tidak sesuai aturan yang berlaku
o   Guru dan peserta didik hadir tepat waktu di kelas
Ø  Peduli Lingkungan
Bentuk pelaksanaan kegiatan :
o   Menyuruh Peserta didik memungut sampah yang di uang sembarangan
o   Memberikan sanksi pada peserta didik yang punya kebiasaan membuang sampah sembarangan
Ø  Peduli Sosial
Bentuk pelaksanaan kegiatan :
o   Mengunjungi teman yang sakit
o   Melayat apabial ada orang tua/wali Murid, peserta didik yang meninggal dunia
o   Mengumpulkan sumbangan untuk bencana alam
o   Membentuk Panitia pengumpulan dana di setiap kelas
Ø  Kejujuran
Bentuk pelaksanaan kegiatan :
o   Memperingatkan peserta didik yang suka mencontoh hasil PR temannya
o   Memperingatkan peserta didik yang suka mencontek pada saat ujian

3.    Kegiatan Keteladanan
Ø  Religius
Bentuk pelaksanaan kegiatan :
o   Guru beserta peserta didik berdoa sebelum dan sesudah jam pelajaran
o   Guru menjadi model yang baik dalam berdoa dengan rasa khusu’
Ø  Kedisiplinan
Bentuk pelaksanaan kegiatan :
o   Jam 07.15 semua guru harus sudah berada di sekolah menyambut siswa belajar
o   Staf tata usaha sudah harus berada pkl 08.00 dan pulang pkl 14.00
o   Berbicara yang sopan
o   Meminta maaf
o  Mengucapakan salam
o   Menghargai pendapat orang lain
Ø  Peduli lingkungan
Bentuk pelaksanaan kegiatan :
o  Pendidik dan tenaga kependidikan membuang sampah pada tempatnya
o  Pendidik dan tenaga kependidikan kerja bakti membersihkan sekolah bersama peserta didik
o  Pendidik dan tenaga kependidikan mengambila sampah yang berserakan
Ø  Peduli Sosial
Bentuk pelaksanaan kegiatan :
o   Pendidik tenaga kependidikan mengumpulkan sumbangan setiap ada musibah intern dan bencana alam untuk kegiatan sosial
Ø  Kejujuran
Bentuk pelaksanaan kegiatan :
o   Pendidik memberikan nilai secara obyektif
o   Pendidik menepati janji pada peserta didik
Ø  Cinta Tanah Air
Bentuk pelaksanaan kegiatan :
o   Pendidik dan Tenaga kependidikan melakukan upacara dan peringatan hari besar bersama peserta didik.
Demikian tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, harapannya budaya “karakter baik” dapat tertanam dalam diri para Pembina, pembuat kebijakan pendidikan, guru, siswa, dan akhirnya lingkungan yang sehat dalam kehidupannya yang disertai dengan prilaku dan karakter yang baik. Dan akan melahirkan generasi baru yang sehat, kokoh, kuat dalam menghadapi tantangannya, sehingga bukan hanya sukses dibiidangnya tetapi sebagai masnusia sukses dab berkhlak baik dalam kehidupannya. Aamiin..

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter