-->

Ads 720 x 90

Label

Search This Blog

Ngopi ! cuci tangan dulu !

POLA HIDUP SEHAT


A. PERKEMBANGAN JASMANI


Sejak lahir, jasmani seseorang terus tumbuh berkembang. Baik dalam bentuk dan ukuran badan, maupun daya kerjanya. Perkembangan ini berjalan terus sampai menjadi dewasa, (sekitar umur 25 tahun). Akan tetapi, perkembangan jiwa seseorang, di antaranya perkembangan kecerdasan, tidak berhenti dalam umur 25 tahun, mungkin masih dapat berlangsung terus sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Pertumbuhan jasmani dan kecerdasan seseorang dipengaruhi beberapa faktor atau keadaan, sebagai berikut.
1.  Faktor Keturunan
Bila orang tuanya besar, mungkin sekali anak-anaknya juga besar. Kalau orang tuanya tinggi, anaknya juga tinggi. Kalau orang tuanya pandai, anaknya juga cerdas. Walaupun menurut hukum keturunan (hukum genetika), tidak selalu dapat demikian lainnya.
2.  Faktor Pembawaan
Perkembangan seseorang sudah ditentukan selama di dalam kandungan. Misalnya ada anak-anak yang lahir dengan kelainan-kelainan pada bagian tubuhnya, seperti busung kepala atau hydrocephalus, bibir sumbing, langit-langit yang terbelah, perkembangan jaringan otak yang tidak sempurna, dan macam-macam cacat jasmani lainnya.
3.  Faktor Luar
Faktor luar ini penting sekali dipertahankan. Jika faktor keturunan dan pembawaan manusia tidak dapat berbuat banyak, pada hakekatnya dapat mengendalikan faktor luar yang sangat berpengaruh bagi perkembangan jasmaninya.
Faktor luar yang perlu mendapatkan perhatian adalah sebagai berikut.
a.  Keadaan Gizi
Kualitas gizi manusia sejak di dalam kandungan dan pada masa-masa pertumbuhan selanjutnya mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan jasmani dan kecerdasan. Para ahli berpendapat bahwa kekurangan protein atau zat putih telur pada waktu anak-anak dapat mengakibatkan pertumbuhan kecerdasan terhambat/terganggu.

b.  Gangguan Kesehatan      
Anak-anak yang sering sakit sudah tentu akan terganggu pula pertumbuhan badannya. Lebih-lebih penyakit yang menahun.
c.  Rangsangan
Dengan latihan-latihan jasmani atau berolahraga akan dirangsang untuk tumbuh menjadi lebih kuat dan sehat. Orang-orang yang kurang gerak jasmaninya akan menjadi lemah dan tidak tahan menghadapi serangan sebagai berikut.
Tabel 1
Hubungan Antara Umum, Berat Badan, dan Tinggi Badan
(Untuk Anak di Indonesia)
Umur Tahun
Laki-laki
Perempuan
Berat (Kg)
Tinggi (Cm)
Berat (Kg)
Tinggi (Cm)
Lahir
0,3
50,0
3,0
50,0
1 Tahun
8,1
71,3
7,6
71,3
2 Tahun
9,6
79,4
9,3
78,4
3 Tahun
11,4
86,4
11,0
85,3
4 Tahun
13,0
93,5
12,6
92,5
5 Tahun
14,4
101,9
14,2
100,0
6 Tahun
15,8
108,8
16,2
105,7
7 Tahun
16,6
109,5
16,7
109,5
8 Tahun
18,9
114,1
17,5
114,5
9 Tahun
20,9
117,0
20,0
120,4
10 Tahun
22,0
125,1
21,9
125,9
11 Tahun
23,9
128,2
24,7
129,6
12 Tahun
26,9
131,5
28,4
136,8
13 Tahun
29,1
137,4
32,6
141,4
14 Tahun
33,0
143,0
37,0
146,8
15 Tahun
40,0
151,3
40,6
149,8
16 Tahun
43,3
157,2
42,5
152,2

B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN ANAK USIA SEKOLAH
Pertumbuhan dan perkembangan mempengaruhi dan dipengaruhi (interaction) dengan keputusan-keputusan yang diambilnya setiap saat, sehingga merupakan suatu proses yang dinamis. Memang ada beberapa tahap (stadium) tertentu di dalam proses pertumbuhan dan perkembangan, tetapi setiap orang yang tumbuh dan perkembangan dipengaruhi oleh faktor-faktor keturunan, lingkungan dan pengalaman-pengalaman pribadi.
1. Umur 6 - 14 Tahun :
a.         Perkembangan Jasmani
1) Perkembangan jasmani relatif lambat daripada perkembangan pada usia                             sebelumnya.
2)  Adanya pertumbuhan bola mata, sehingga ada kemungkinan terjadinya                              gangguan penglihatan pada masa ini.
3)  Kerangka tulang belakang serta ligament masih lemah, sehingga perlu dijaga                    sikap duduk dan berdiri yang baik.
4)  Masa pubertas yang terjadi pada akhir masa ditantai dengan adanya                                               pertumbuhan badan yang sangat cepat.
5)  Telah tampak tanda-tanda permulaan masa adolesensia (masa remaja), pada                      anak laki-laki suara membesar, pada anak perempuan membesarnya buah                  dada serta haid pertama.
6)  Perkembangan jasmani sangat dipengaruhi lingkungan mental dan sosial.
b.  Perkembangan jiwa, emosi, sosial dan intelek.
1)  Mulai belajar menghitung, membaca, menulis, mengadakan konsepsi,                                simbolisasi dan komunikasi.
2)  Dimulai suatu perkembangan “kepribadian sosial” dan mulai menyadari                            konsep-konsep hidup, (cocience, molaritas dan norma kehidupan).
3)  Pada masa pubertas (12-14), energi meluap-luap, avonturisme dan hubungan                     dengan orang lain masih canggung.
4)  Nilai religi (agama), etik dan estitik belum mendalam.

c.  Kebutuhan (requirements)
a.  Jumlah makanan yang cukup serta mempunyai nilai gizi yang tinggi.
b.  Latihan-latihan jasmani dan istirahat yang cukup serta teratur.
c.  Tindakan-tindakan pencegahan penyakit.
d.  Di dalam dan di luar lingkungan keluarga (sekolah, kepramukaan dan                                sebagainya), perlu diberi kesempatan untuk dapat mengembangkan                                             kepribadiannya yang meliputi segi sosial dan moral.
d.  Faktor-faktor yang mempengaruhi
1)  Problem gizi yang antara lain disebabkan faktor emosional.
2)  Penyakit.
3)  Problem gigi berupa antara lain malloclussion, dan crowding.
4)  Kontak lingkungan lebih luas, sehingga dapat menimbulkan konflik-konflik,                     karena perubahan-perubahan yang dialaminya.
2.  Masa Adolesensia (Masa Remaja)
a.  Perkembangan Jasmani
1)  Fungsi organ-organ endoktrin telah mencapai kesempurnaan
2)  Penambahan jaringan lemak di bawah kulit (subkutan) lebih banyak pada              wanita daripada anak laki-laki.
3)  Jaringan otot-otot pada anak laki-laki lebih berkembang daripada jaringan                         otot pada anak perempuan.
b.  Perkembangan jiwa, emosi, sosial dan intelek
1)  Faktor yang penting ialah perhatian terhadap seks, yang mempengaruhi                             hubungan dengan kawan dari jenis kelamin yang lain.
2)  Pemikiran sudah kritis, juga terhadap kewibaan orang tuanya.
3)  Emosi belum mencapai suatu stabilisasi tertentu dan perlu adanya simpati             dan nasehat-nasehat.
4)  Mulai memisahkan diri dari orang tua dan mencari pergaulan dengan                                 teman-teman sebayanya.
5)  Ada aktivitas dan eksperimental sosial.
6)  Melalui proses identifikasi dan imitasi, dibangkitkan dan dikembangkan                            cita-cita muluk dan aspirasi-aspirasi yang tinggi, dan perlu adanya                                        identification figure” yang baik.
c.  Kebutuhan (Requirements
1)  Diperlukan adanya pengertian dari orangtua dan keluarga tentang proses                           perkembangan dan sifat-sofat tertentu pada anak masa peralihan, yang suit                         bagi kedua belah pihak, orang tua maupun anak.
2)  Perlu penanggapan secara perorangan, jangan disamaratakan semua anak,             tanpa mengabaikan faktor-faktor di luar diri mereka.
3)  Perlu bantuan dalam meringankan setiap tekanan (stress) baik fisik maupun                      mental.
4)  Diberikan pendidikan tentang kesehatan dan seks yang diatur dan                                       diselenggarakan secara bijaksana, termasuk pengetahuan biologis dari fungsi                     alat kelamin.
d.  Faktor-faktor yang mempengaruhi
1)  Kurang pengertian, pengetahuan serta perhatian tentang kesehatan, dapat               menimbulkan bermacam-macam penyakit, cidera akibat kecelakaan, anemia,                    penyakit kulit, TBC, kekurangan gizi, obesitas, problem-problem psikologis,               problem-problem seks dan lain-lain.
2)  Adaptasi sosial yang tidak berhasil menimbulkan bermacam-macam tingkah                     laku dan perbuatan yang tidak baik, konflik dan cara-cara kehidupan yang                tidak harmonis dalam keluarga, yang lambat laun dapat menimbulkan                                    gangguan mental dan lain-lain, neurosis dan psikosis, narkotika dan lain-lain.
3)  Kehidupan spiritual yang baru berkembang dapat berubah-ubah menurut                           situasi, kondisi dan waktu serta dapat menimbulkan penyelewengan atau                            tindakan extrim.
e.  Usaha-usaha yang perlu dikerjakan untuk memenuhi kebutuhan
1)  Pendidikan kesehatan termasuk di dalamnya tentang perkawinan dan                                             kehidupan keluarga.
2)  Permeliharaan kesehatan badan, termasuk pencegahan penyakit.
3)  Bimbingan dalam belajar dan aktivitas extre kurikuler.
4)  Perndidikan keterampilan (vocational training).
5)  Usaha bimbingan dan nasehat bagi pelajar.
6)  Olahraga kesehatan.
7)  Pendidikan tentang bahaya-bahaya lingkungan.
C. CIRI-CIRI ANAK SEHAT DAN TANDA-TANDA GANGGUAN KESEHATAN
1.  Ciri-ciri Anak Sehat
a.  Tumbuh dengan baik, dapat dilihat dari naiknya berat badan dan tinggi badan                    secara teratur, dan proporsional.
b.  Tangkas, gesit dan gembira.
c.  Mata bersih dan bersinar.
d.  Nafsu makan baik, pencernaan baik, bibir dan lidah segar, prenafasan tidak                        berbau.
e.  Senang melakukan olahraga dan menikmati masa istirahatnya secara teratur.
f.  Kulit dan rambut bersih dan tidak kering.
g.  Tidak mempunyai perasaan tertekan dan mudah menyesuaikan diri dengan                        orang lain dan lingkungannya.
h.  Perkembangan jasmani dan rohani sesuai dengan tingkatan umur dan                                 kelamin.
2.  Tanda-tanda Gangguan Kesehatan
a.  Keadaan umum
1)  kesan umum jelek
2)  sikap tubuh yang buruk
3)  lekas lelah
4)  sangat gemuk/kurus
5)  kurang bersemangat
6)  kebiasaan makan yang kurang baik
7)  kesulitan dalam membaca/mendengar
8)  tidak melakukan kebiasaan-kebiasaan sehat. 
b.  Mata
1)  sering mengedipkan/mengusap mata
2)  mata berair, banyak kotoran
3)  peradangan mata
4)  mata juling
5)  mata melihat terlalu dekat/jauh.
c.  Telinga
1)  berdengung-dengung
2)  pekak (pendengaran berkurang)
3)  berair/nanah
4)  sering merasakat sakit di telinga
5)  bengkak bawah telinga (gondongan).
d.  Hidung dan mulut
1)  ingus meleleh, berdarah
2)  sukar bernafas dari hidung
3)  sering pilek
4)  kerongkongan sakit
5)  tonsil membesar
6)  tidur dengan mulut terbuka
7)  mulut berbau
8)  gigi berlubang
9)  gusi berdarah.
e.  Tingkah laku
1)  gelisah
2)  gerakan-gerakan tak terkendali
3)  sering bertengkar, tidak kooperatif
4)  gangguan bebicara
5)  sering ke kamar kecil
6)  mencuri (kleptomania).

f.  Sering tak masuk sekolah karena
1)  sering masuk angin
2)  sakit kepala
3)  sakit gigi
4)  malas bersekolah


g.  Tanda-tanda kurang gizi
1)  timbangan berat badan terus menerun, atau dalam jangka waktu tertentu                            tidak kunjung naik
2)  mata cekung, lingkaran biru sekitar mata, kelopak/selaput mata pucat
3)  roman muka yang tegang atau lemah
4)  otot lembek, lekas lelah, pucat
5)  sikap badan yang buruk
6)  pemarah, sikap masa bodo (apathis).
D.  PEMANFAATAN WAKTU LUANG UNTUK KESEHATAN
1.  Gerak Badan
Men Sana in Corpore Sana” artinya “pikiran yang sehat terdapat dalam badan yang sehat”. Salah satu cara untuk menunjang tercapainya pepatah tersebut adalah dengan berolahraga. Gerak badan yang tepat untuk seseorang dan teratur sangat berguna untuk kesegaran jasmani dan kesehatan tubuh.
Untuk orang yang bekerja berat dengan pikiran, dan sedikit menggerakkan tubuhnya akan mendapat gangguan penyakit tertentu. Seharusnya orang tersebut melakukan olahraga di waktu senggangnya.
Akibat-akibat berolahraga terhadap tubuh antara lain sebagai berikut.
a.  Otot-otot tubuh baik dan serasi serta ada kelenturan yang baik.
b.  Pertumbuhan dan perkembangan bagian-bagian badan yang harmonis.
c.  Memperbaiki otot-otot usus sehingga gerakan peristaltik usus teratur dan baik, serta menghilangkan sembelit.
d.  Memperbaiki sirkulasi darah (peredaran darah).
e.  Pernapasan dalam dan cepat sehingga paru jadi sehat dan dapat melakukan       fungsinya dengan baik.
f.  Pembakaran hidrat arang dan lemak dengan baik, sehingga nafsu makan baik dan         pengeluaran kotoran sempurna.
g.  Sebagai variasi serta rekreai yang akibatnya secara tidak langsung tercermin     dalam air muka yang cerah dan banyak senyum.
2. Rekreasi
Rekreasi atau “recreatioin” berarti kekuasaan atau kesenangan. Pengertian lain adalah menciptakan kembali, mengembalikkan sesuatu, sesuatu yang ke luar atau hilang. Banyak macam olahraga yang dijadika rekreasi, misalnya: berburu, memancing, dan sebagainya.
Banyak juga macam kegiatan yang dijadikan rekreasi, misalnya: darmawisata, ke taman margasatwa, museum, desa yang tentram, dan istirahat di gunung. Kegiatan-kegiatan ini untuk mengembalikanenergi yang hilang ataupun menyegarkan pikiran dan penjernihan perassan yang kalut. Hubungannya dengan kesehatan pribadi ialah akan didapatkan kesegaran jasmani maupun kesehatan mental kembali, sehingga dapat mengerjakan pekerjaan (tugas) sehari-hari dengan tenaga baru dan pikiran yang jernih.
3. Istirahat
Istirahat tidak hanya mengurangi aktivitas otot, tetapijuga meringankan ketegangan pikiran, dan menentramkan rohani. Istirahat dapat dipenuhi dengan macam-macam cara, mislanya: mendengarkan radio, menonton televisi, ngobrol sesama teman, tidur-tiduran, melihat perlombaan, memebaca buku bacaan/ majalah, dan lain sebagainya.
A. Guna Istirahat:
1) Melepasakan lelah
2) Memberi kesempatan pada tubuh untuk membentuk kekuatanbaru, sebab waktu istirahat sel-sel dalam tubuh mengisap zat-zat makanan yang ada dalam darah untuk membina kekuatan kembali.
3) Menambah kesegaran dan kekuatan.
4) Memperpanjang umur sel-sel tubuh.
B. Waktu dan lamanya istirahat
1) Di antara jam kerja atau belajar ( pagi hari lebih kurang jam10.00 waktu istirahat 10-15 menit).
2) Siang hari, waktu istirahat 15-20 menit sebelum makan siang dan sesudah makan 30-60 menit.
3) Sore hari, sebelum makan 60 menit, sesudah makan 60 menit.
4) Malam hari, sebelum tidur  60 menit.
Akibat kurang istirahat, kelelahan. Sukar tidur, gampang terkena penyakit, sukar buang air besar, sakit otot-oto, dan gangguan kerja kelenjar-kelenjar tubuh.
4. Tidur
Tidur sebaiknya pada malam hari selama 6 jam. Tidur adalah cara yang paling baik untuk mendapatkan istirahat. Sebetulnya istirahat yang sempurna tidak akan didapat, bahkan, tidurpun tubuh kita tidak istirahat. Bila kurang tidur, kesehatan tubuh kita dapat terganggu. Hanya sedikit orang yang dapat hidup dengan tidur yang kurang. Akibat kurang tidur pada tubuh begitu terasa, dan lama kelmaan akan semakin terasa.
Gejala-gejala umum dari kurang tidur antara lain: kelopak mata sayu pucat, muka muram, dan juga pucat, badan lemah, kurang kegirahan bekerja, malas.
a. Usaha-usaha agar dapat tidur dengan baik
1) Tidur dalam satu kamar yang tidak terlalu sesak dengan barang-barang dan tidak pula terlalu penuh.
2) Keadaan di dalam kamar haruslah rapih dan bersih, demikian pula alat yang diapakai untuk tidur.
3) Perasaan yang tenang dengan berusaha menghilangkan gangguan pikiran dan tidak gelisah.
4) Ventulasi yang baik (sebaiknya ventilasi sialng), bukan berarti jendela-jendela harus dibuka.
5) Kamar tidaka terlalu panas, temperatur kamar tidak lebih lebih dari 68oF. Temperatur kamar yang abik antara 65 dan 68oF, hal ini juga tergantung dari temperatur luar (kering atau berangin).
b. Akibat-akibat rasa lelah
1) Mempengaruhi pusat syaraf dengan ciri: lekas pusing, tersinggung, bingun, gugup dan tidak tenang, berpikir lambat, dan kurang dapat mebguasai diri.
2) Kurang semangat, dan perhatian tidak dapat terpusat pada pekerjaan.
3) Kurang daya menyebabkan mudah diserang penyakit infeksi.
4) Pertimbangan kurang sempurna, kuar tidur, dan pusing.
c. Macam-macam kelelahan
1) Lelah jasmani (karena bekerja berat)
2) Lelah rohani (bayak belajar tanpa istirahat, berbagai macam persoalan yang susah dipecahkan.).
E. Pola Hidup Sehat
Usaha kesehatan pribadi adala upaya setipa orang untuk memelihara dan memepertinggi derajat kesehatnnya sendiri. Usaha-usaha tersebut antara lain sebagai berikut.
1. Memlihara kebersihan
1) Badan: mandi, gosok gigi, cuci tangan dan sebagainya.
2) Pakaian: dicuci, dan disetrika.
3) Rumah dan lingkungannya: disapu, buang sampah, kotoran dan air limbah pada tempatnya.
2. Makanan yang sehat
Bersih, bebas dari bibit penyakit, cukup kualitas dan kuantitasnya.
3. Cara hidup yang teratur
1) Makan, tidur, bekerja dan beristirahat secara teratur.
2) Rekreasi dan menikmati hibiran pada waktunya.
4. Meningkatkan daya tahan tubuh dan kesemaptaan jasmani
1) Variasi untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit-penyakit tertentu.
2) Olahrag: aerobik secar teratur.
5. Menghindari terjadinya penyakit
1) Menghindari kontak dengan sumber penularan penyakit baik yang berasal dari penderita maupun sumber-sumber yang lainnya.
2) Menghindari pergaulan yang tidak baik.
3) Selalu berpikir dan berbuat baik,
4) Membiasakan diri unruk mematuhi aturan-aturan kesehatan.
6. Meningkatkan taraf kecerdasan dan rohaniah
1) Patuh pada ajran agama
2) Cukup santapan rohani
3) Meningkatkan pengetahuan, baik dengan membaca buku-buku ilmu pengetahuan, menuntut ilmu di bangku ekolah ataupun dengan eblajar dari pengalaman hidup.
7. Melengkapai rumah dengan fasilitas-fasilitas yang menjamin hidup sehat
1) Adanya sumber air yang baik.
2) Adanya kakus yangs sehat.
3) Adanya tempat buang sampah dan air limbah yang baik.
4) Adanya perlengkapan PPPK untuk menanggulangi kecelakaan/sakit yang mendadak.
8. Pemeriksaan kesehatan
1) Secar periodik, pada waktu-waktu tertentu walaupun merasa sadar.
2) Segera memeriksakan diri bila merasa sakit.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter