-->

Ads 720 x 90

Label

Search This Blog

Ngopi ! cuci tangan dulu !

PENILAIAN PENJASORKES (1)



Penilaian hal penting dilakukan setiap  guru dalam rangka mengukur pencapaian Proses Belajar mengajar (PBM) sejauh mana pencapaian tujuan pembelajaran oleh siswa terkait daya serap selama proses berlangsung. Dan sejauh mana efektifitas pencapaian seorang guru dalam proses belajar mengajar terkait strategi didaktik metodik yang diterapkan di kelas dengan harapan pencapaian maksimal.
Oleh karena itu penilaian sangat perlu dilakukan oleh guru dalam mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara maksimal.
Bagaimana penialaian dalam pelajaran PENJASORKES, yang diharapkan dapat memberi informasi akurat kemampuan anak didik  dari ranah Kognitif, Psikomotorik, dan Afektif.

Strategi Penilaian
Penilaian merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guru yang berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi dasar setelah mengikuti proses pembelajaran. Data yang diperoleh pendidik selama pembelajaran berlangsung dijaring dan dikumpulkan melalui prosedur dan alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi dasar atau indikator yang akan dinilai. Dari proses ini, diperoleh potret/profil kemampuan peserta didik dalam mencapai sejumlah kompetensi dasar yang dirumuskan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan masing-masing. Data tersebut diperlukan sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Penilaian pendidikan adalah proses untuk mendapatkan informasi tentang prestasi atau kinerja peserta didik. Hasil penilaian digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap keberhasilan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran dan efektivitas proses pembelajaran yang diselenggarakan bersama oleh guru dan peserta didik beserta perangkat pembelajaran lain yang digunakan. Fokus penilaian pendidikan adalah proses dan hasil belajar peserta didik dalam mencapai kompetensi yang ditentukan. Pada tingkat mata pelajaran, kompetensi yang harus dicapai berupa Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagai target akhir pada satuan pendidikan, Kompetensi Inti (KI) pada satuan tingkat kelas serta mata pelajaran yang selanjutnya dijabarkan dalam bentuk Kompetensi Dasar (KD) sebagai jabaran lebih lanjut dari kedua kompetensi sebelumnya.
Penilaian pendidikan merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik, pengolahan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta didik. Penilaian dilaksanakan melalui berbagai teknik/cara, seperti penilaian unjuk kerja (performance), penilaian tertulis (paper and pencil test) atau lisan, penilaian proyek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portfolio), dan penilaian diri.
Penilaian hasil belajar baik formal maupun informal diadakan dalam suasana yang menyenangkan, sehingga memungkinkan peserta didik menunjukkan apa yang dipahami dan mampu dikerjakannya. Hasil belajar seorang peserta didik dalam periode waktu tertentu dibandingkan dengan hasil yang dimiliki peserta didik tersebut sebelum mengikuti proses pembelajaran, dan dianalisis apakah ada peningkatan kemampuan, bila tidak terdapat peningkatan yang signifikan, maka guru memunculkan pertanyaan; apakah program yang saya buat terlalu sulit?, apakah cara mengajar saya kurang menarik?, apakah media yang digunakan tidak sesuai?, dan lain-lain. Tingkat kemampuan satu peserta didik tidak dianjurkan untuk dibandingkan dengan peserta didik lainnya, agar tidak merasa rendah diri, merasa dihakimi oleh pendidik tetapi dibantu untuk mencapai kompetensi atau indikator yang diharapkan.
Penilaian proses dan hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan sesuai Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 dilakukan melalui:
a)    Observasi sikap secara berkesinambungan;
b)    Penilaian diri untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan peserta didik yang bersangkutan;
c)    Penilaian antar peserta didik dengan instrumen antar peserta didik;
d)    Jurnal perilaku peserta didik;
e)    Tes tulis, lisan, dan penugasan (pekerjaan rumah dan atau proyek);
f)     Tes prkatik berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas sesuai dengan tuntutan kompetensi;
g)    Proyek pengerjaan tugas yang diberikan meliputi proses perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan;
h)    Portofolio, berupa kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang dan kurun waktu tertentu.
Memaknai berbagai teknik dalam penilaian sebagaimana yang tertuang dalam kebijakan tersebut, guru dapat memilih beberapa cara yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, kompetensi dasar yang akan dinilai, serta pertimbangan lainnya. Lebih lanjut dapat dirinci sebagai berikut:
a.    Tes Tertulis
Tes tertulis digunakan untuk mengungkap pengetahuan yang diperoleh dalam pembelajaran penjasorkes. Berdasarkan waktu pelaksanaannya tes dilakukan dalam situasi yang disediakan khusus, misalnya: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester ataupun ulangan kenaikan kelas. Tes dapat juga dilakukan melekat dalam proses pembelajaran, misalnya dalam bentuk kuis, untuk mengetahui seberapa jauh peserta didik dapat menguasai atau menyerap materi pelajaran.
b.    Penilaian Berbasis Kinerja (Performance Based Asessment)
Penilaian kinerja dapat berbentuk penilaian keterampilan gerak (skill test). Melalui penilaian kinerja peserta didik diminta mendemonstrasikan kinerjanya dalam aktivitas jasmani atau melaksanakan berbagai macam keterampilan gerak sesuai dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar mata pelajaran penjasorkes.
Penilaian kinerja dalam pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dapat berupa penilaian terhadap kemampuan peserta didik dalam menerapkan keterampilan dasar bermain sepakbola, keterampilan dasar bermain bolabasket, keterampilan dasar bermain bolavoli, dan sebagainya ke dalam permainan yang sesungguhnya. Penilaian domain keterampilan dalam penilaian kinerja yang diterapkan pada pembelajaran penjasorkes akan sangat tergantung dari jenis keterampilan yang akan dinilai. Menilai keterampilan yang bersifat terpenggal/tunggal (discrete) tentu berbeda dengan keterampilan yang bersifat rangkaian beberapa gerak dasar (serial) atau berulang (continuous).  Berbeda pula menilai keterampilan yang bersifat tertutup (close loop skill) dengan keterampilan yang bersifat terbuka (open loop skill). Demikian pula dengan jenis gerak kasar (gross motor skill) dengan menggunakan otot besar tentu berbeda cara menilainya dengan jenis gerak halus (fine motor skill) dengan menggunakan otot halus.
c.     Pengamatan/Observasi
Pengamatan terhadap kinerja dilakukan untuk mengumpulkan data, sehingga dapat diketahui seberapa jauh peserta didik telah menguasai suatu kompetensi berdasarkan kinerja yang ditampilkan selama, sesudah, dan atau setelah beberapa kali proses pembelajaran penjasorkes. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan lembar pengamatan dipandu dengan pedoman pengamatan perilaku.
Pengamatan juga dilakukan terhadap perilaku yang ditampilkan peserta didik terkait dengan ranah afektif. Kompetensi afektif meliputi perwujudan sikap dalam pembelajaran penjasorkes yang dapat diidentifikasi sebagai sikap menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugrah Tuhan yang tidak ternilai, percaya diri dalam melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentuk permainan dan santun kepada teman dan guru selama pembelajaran.
d.    Penilaian Portofolio
Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai portofolio peserta didik yang merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Portofolio bukan merupakan sebuah metode penilaian, melainkan alat pengumpul dan alat komunikasi tentang pembelajaran peserta didik. Penilaian portofolio memerlukan tanggung jawab peserta didik dalam mengelola diri, penilaian diri sendiri, dan evaluasi berpasangan. Jenis-jenis portofolio dapat berupa: a. portofolio personal jika dipegang dan dikelola oleh peserta didik. Biasanya berguna untuk menuliskan cabang olahraga yang disenangi, harapan, refleksi diri, serta berbagi gagasan dari pengalaman yang diperoleh, sepanjang periode pembelajaran. b. portofolio terekam dan tersimpan (record-keeping portofolios), portofolio ini dapat diisi dan disimpan oleh peserta didik, namun sebagian dari informasi yang direkam juga di simpan oleh guru. c. portofolio tematik (thematic portofolios), portofolio ini menggambarkan kegiatan pembelajaran pada satu pokok bahasan (tema) yang berdurasi antara dua hingga enam minggu. Contohnya, untuk topik kerja sama pada sebuah tim permainan, peserta didik dapat mencatatkan refleksi mengenai pola penyerangan dan bertahan (kognitif), menerapkan keterampilan gerak pada strategi penyerangan dan bertahan (psikomotor), dan upaya mencapai hasil (kognitif). d. portofolio terintegrasi (integrated portofolios), portofolio ini dapat digunakan untuk menggambarkan “potret” siswa secara keseluruhan, dan berbagai subyek pembelajaran. e. portofolio selebrasi (celebration portofolios) untuk mencatat prestasi cabang olahraga. f. portofolio tahun jamak (muliyears potofolios), yaitu portofolio yang digunakan dengan jangka beberapa tahun dan digunakan oleh peserta didik dari satu tingkatan kelas ke kelas yang lebih tinggi.
Berikut adalah contoh salah satu jenis portofolio yang dapat digunakan dalam pembelajaran penjasorkes.e.    Penilaian Reflektif, Self Assessment dan Penilaian Teman Sebaya (Peer Review)


Nama     : ____________________________                                Tanggal     : ______________________
___Sept,  ___Des,  ___Maret,  ___Juni,                                           Guru          : ______________________

Bergerak ke arah pencapaian
Memerlukan peningkatan
Tercapai
INTELEKTUAL
1.    Mengetahui aturan dan prosedur pengembangan aktivitas gerak dan permainan



2.    Mengenali akibat dari ruang, waktu, tenaga, dan arah gerak terhadap kualitas gerak yang dilakukan



3.    Menerapkan prinsip-prinsip mekanika dasar yang mempengaruhi dan mengendalikan gerak



Komentar _________________________________________________________________
Sosial
1.    Menghargai hak, pendapat, dan kemampuan orang lain



2.    Berbagi, mengambil peran, dan kesediaan membantu



3.    Berpartisipasi secara kooperatif dalam berbagai kegiatan kesiswaan



Komentar _________________________________________________________________
Emosional
1.    Tanggung jawab dalam memberikan dan mengikuti arah pembelajaran



2.    Keberanian mengambil keputusan secara pribadi



3.    Merespon secara bebas dan penuh percaya diri, ditunjukkan dari bahasa tubuh yang ditampilkan



Komentar _________________________________________________________________
Nilai-nilai
1.    Tanggung jawab dalam menyelesaikan seluruh tugas



2.    Kemauan memilih berbagai aktivitas fisik yang disenangi



3.    Melibatkan diri dalam aktivitas fisik secara suka rela



Komentar _________________________________________________________________
Keterampilan
1.    Melakukan seluruh keterampilan dasar dalam berbagai lingkup pembelajaran secara koordinatif



2.    Bergerak secara terkendali pada aktivitas-aktivitas khusus (senam, aktivitas gerak ritmis, dan aktivitas di air)



3.    Bergerak secara terkontrol dalam aktivitas-aktivitas manipulative



Komentar _________________________________________________________________
Kebugaran
1.    Kebugaran cardiovascular



2.    Kebugaran otot (kekuatan, daya tahan, kelentukan)



3.    Komposisi tubuh



Komentar _________________________________________________________________
Penilian ini dilakukan olh peserta didik sendiri dan bersifat refleksi atas sikap, pengetahuan, dan keterampilannya. Berbeda dengan cara ini, penilaian teman sebaya (peer review) menjadikan teman sebagai penilai, lalu kemudian berganti peran.
f.     Penilaian Proyek Individu dan Kelompok (Individual – Small Group Project)
Penilaian proyek tidak hanya ditujukan untuk menilai hasil akhir dari proyek tersebut, melainkan juga proses dalam mengerjakan proyek tersebut. Tugas yang dapat diberikan dalam penjasorkes dapat berupa menyusun rangkaian gerak dalam senam, koreografi aktivitas ritmik, desain pola penyerangan dalam permainan bolabasket, dan lain-lain.
g.    Penilaian Tugas Even (Event Task)
Penilaian ini serupa dengan penilaian proyek. Penilaian hasil akhir berupa laporan even yang dipilih, selain itu juga proses dalam mengerjakan laporan melalui kunjungan pada even tersebut.
Beragam teknik dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik, baik yang berhubungan dengan proses maupun hasil belajar. Teknik pengumpulan informasi tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan belajar peserta didik berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai. Penilaian kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian kompetensi yang memuat satu ranah atau lebih. Berdasarkan indikator-indikator ini dapat ditentukan cara penilaian yang sesuai, apakah dengan tes tertulis, observasi, tes praktek, dan penugasan perseorangan atau kelompok sebagaimana yang tertuang pada pernyataan tersebut.
Demikian penulis menyajikan strategi penilaian dalam pembelajaran PJOK , semoga bermanfaat untuk kemajuan dunia pendidikan. Semoga kedepan berbagai konsep teori bisa menambah kapasitas seorang guru untuk mengoptimalkan pembelajaran yang efektif efisien.
Berikut akan disajikan bagaimana menentukan penilaian yang efektif pada bagian kedua tulisan ini.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter