-->

Ads 720 x 90

Label

Search This Blog

Ngopi ! cuci tangan dulu !

Pembangun Jiwa



ROBERT AND MARRY

Robert dan Marry merupakan  pasangan suami istri yang sangat bahagia. Kalau ada orang yang bertanya mana keluarga yang sangat bahagia, maka jawabannya adalah keluarga Robert and Marry.
Pertemuan antara kedua insan ini bermula di sebuah pentas seni di New York. Di pertemuan itulah Robert yang merupakan mahasiswa Universitas Yale merasa cocok dan tertarik kepada Marry  yang merupakan mahasisiwi Universitas Fenselvenia. Atas hal tersebut keduanya memutuskan untuk menikah. Ketika saya membaca tentang kisah bahagia keluarga ini, selalu timbul rasa iri dengan mereka. Keduanya memiliki sifat penyayang dan saling mengerti sehingga kedua insan ini dapat membentuk sebuah keluarga yang bahagia.
 Robert dan Marry merupakan keluarga bahagia yang telah dikarunai dua orang anak. Robert bekerja sebagai karyawan di suatu perusahaan di daerahnya, setiap bulan ketika terima gaji Robert mengambil sebagian gaji untuk keperluan dirinya dan sisahnya diberikan kepada Marry untuk kebutuhan sehari-hari keluarganya. Jika ia pulang dari bekerja, ia selalu membawa makanan untuk Marry dan kedua orang anaknya. Dan sesekali jika ada rejeki Robert membelikan mainan untuk kedua anaknya dan mengajak istri dan anaknya untuk jalan-jalan. Dan hal yang paling istimewa bagi Marry karena Robert setiap pulang bekerja ia tak akan makan diluar, tetapi ia kan selalu makan masakan Istrinya. Marry selalu menyiapkan makanan yang disukai oleh Robert dan kedua anaknya.
Jika orang bertanya mana keluarga yang bahagia?. yah keluarga Marry and Robert lah jawabannya.
Suatu hari, ketika Robert sedang libur bekerja, Robert sengaja tak kemana-kemana, ia tetap di rumah,karena hari itu juga  merupakan hari dimana 7 tahun lalu antara Robert dan Marry melangsungkan pernikahan. Robert dan keluarganya duduk di beranda rumahnya menikmati pemandangan taman di depan rumah sambil menikmati hidangan yang sudah disiapkan Marry. Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil “Piiip….Piiipp..pipiiiip”!
Robert dan keluarganya penasaran siapa yang datang di rumah mereka. Robert sesegera mungkin menuju gerbang rumahnya dan mempersilahkan mobil tersebut masuk kehalaman rumahnya. Dan ternyata yang datang itu adalah Saleh pamannya Robert dari Cichago. Kedatangannya tersebut tanpa disangka-sangka oleh Robert dan keluaganya karena taka ada pemberitahuan sebelumnya. Akan tetapi Robert dan Marry makin  bertambah bahagia dengan datangnya paman Saleh.
Kebahagiaan mereka masih berlangsung hingga esok harinya. Namun ada satu hal  yang membuat Robert bingung, karena mulai dari kedatangan paman Saleh kemarin  Nampak hal yang disembunyikan yang terlihat dari wajah paman Saleh. Robert mersa penasaran dan mencoba bertanya tentang ibunya kepada pamannya. Karena dua minggu yang lalu ibu Robert mengalami sakit keras. Ketika Robert bertanya, pamannya pun menangis dan memeluk Robert. Hati Robert pun makin bertanya-tanya sebenarnya apa yang sebenarnya yang disembunyikan pamnnyanya,tanpa terasa malam pun tiba.
Keseharian tadi semuanya terlarut dalam kesedihan semuanya menangis....menangis....dan menangis. Pada saat pamannya sudah mulai merasa tenang, pamannya pun mulai berkata meskipun dalam kalimat yang terbata-bata.
“ Begini Bert, sebenarnya ada masalah besar, ini bermula ketika  empat hari yang lalu. Om Steven yang telah disangka mati, dia datang dan kembali ke rumah (kejadian 30 tahun lalu , Om dari Robert pergi dari rumah untuk berangkat merantau, namun tak pernah ada kabar dan kembali lagi) “.
Jika orang bertanya mana keluarga yang bahagia? yah keluarga Marry and Robert lah jawabannya.
Om Steven itu sangat gembira, ia bertanya – tanya seputar tentang keluargamu, sampai-sampai ia membelikan barang-barang kesukaan kamu dan membelikan mainan untuk anakmu.
Jika orang bertanya mana keluarga yang bahagia, yah keluarga Marry and Robert lah jawabannya.
“Mengapa hal itu yang membuat Paman Saleh dan saya serta keluarga saya harus bersedih, tentu saya harus senag paman, apa yang perlu di permasalahkan?”  kata Robert seolah meminta penjelasan yang lebih jelas.
“Begini ketika saya ingin menanyakan tentang kau dan istrimu Marry, Siapa yang kau nikahi Robert ? “ Paman Saleh terus bertanya tentang semua  yang ditanyakan tentang Marry. “ Dimana Marry tinggal ..... “ .  ketika semua pertanyaan paman Saleh dijawab ia pun pingsan.
Robert bingung mengapa paman Saleh pingsan setelah mendengar semua tengang Marry. Ia pun mencoba menyadarkan pamannya. Saat pamannya sadar, ia pun bertanya dan menangis. Pamannya mencoba menjelaskan semuanya, bahwa Om Steven telah mengetahui semuanya tentang Marry adalah saudara kandung Robert dan kedatangan paman Saleh kesini ingin memperjelas hal tersebut, dan intinya antara Robert dan Marry itu telah terjadi pernikahan sedarah. Mendengar penjelasan tersebut Robert duduk terdiam seperti orang stress  merasa tak percaya dengan semua hal ini sedangkan Marry masuk kekamar dan memeluk kedua anaknya dan tak henti-hentinya manangis histeris kedua anaknya pun ikut menangis. Paman Saleh pun ikut terlarut bersedih. Suasana pada hari itu tiba-tiba berubah dari cerah kemudian tiba-tiba terasa lain, langit mendung dan angin pun bertiup kencang seolah ikut merasakan kesedihan keluarga Robert dan Marry yang dikenal bahagia tiba-tiba bersedih.

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter